pemerintah

Tenun Ikat Donggala Menyala di Jakarta: Motif Bomba Angkat Nama Sulteng di Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura

Minggu, 1 Juni 2025 | 11:19 WIB
Tenun Ikat Donggala tampil memukau di Jakarta, angkat cerita budaya Sulteng lewat motif Bomba di Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura.

Sulawesitoday - Tenun Ikat Donggala kembali menyulam kebanggaan Sulawesi Tengah ke panggung ibukota saat tampil memukau di Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura, Sabtu (31/5/2025). Koleksi bertema “Asmara” karya desainer muda asal Palu, Febry Ferry Fabry (FFF), menampilkan motif Bomba yang menoreh cerita panjang tentang tradisi dan inovasi.

Lebih dari sekadar busana, kehadiran Tenun Ikat Donggala di etkinasi nasional ini menjadi simbol sinergi antara perajin, desainer, dan pemerintah daerah dalam melindungi aset budaya.

Rehearsal BTN Fashion Week yang digelar di Jakarta itu menjadi panggung perkenalan bagi motif Bomba—tenunan khas Donggala—dalam balutan gaun, blazer, dan aksesoris rancangan FFF. Suasana begitu semarak ketika Sri Nirwanti Bahasoan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulteng, tampak antusias mendampingi para model berlenggok di catwalk.

“Ini momen istimewa. Kita bangga melihat kain tradisi kita diapresiasi di kancah nasional. Semoga tenun Donggala semakin dikenal dan dicintai,” ujarnya sambil tersenyum.

Di balik gemerlap panggung, Tenun Ikat Donggala telah memperoleh status Indikasi Geografis (IG) dengan nomor IDG000000145 sejak 19 April 2024. Menurut Rakhmat Renaldy, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, pencatatan IG bukan semata label—ia mempertegas hak kepemilikan daerah atas keunikan tenun tersebut.

“Ini bukan hanya pengakuan budaya, melainkan benteng hukum untuk mendorong daya saing. Produk yang terlindungi memiliki nilai ekonomi lebih dan terjamin identitasnya,” terang Rakhmat. Pesan tegas itu sekaligus mengajak pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk aktif melindungi kekayaan intelektual.

Dekranasda mengambil peran strategis dengan menggandeng desainer lokal seperti FFF, agar tenun tradisional mampu menapak pasar modern. Sejak 2024, Tenun Ikat Donggala bersama Tenun Nambo (Banggai) dan Ikan Sidat Marmorota (Poso) telah membawa harum nama Sulteng melalui status IG.

Kini, Kemenkum Sulteng juga tengah memproses pendaftaran Ubi Tomundo, Cengkeh Tolitoli, Bawang Lambeka Lembah Palu, Salak Pondoh Simpang Raya, Durian Asaan Pagimana, Durian Nambo, Kelapa Babasal, dan Kopi Arabika Sigi Kamalisi. Upaya ini diharapkan menambah panjang daftar produk lokal yang terproteksi.

Baca Juga: X-Ray Portable dan Anjing Pelacak, Inovasi Program Smart Scan Perangi Narkoba

“Sinergi budaya dan industri kreatif inilah yang harus terus kita gelorakan. Pemerintah daerah, perajin, dan desainer—semua bergerak bersama untuk mengangkat nama Sulawesi Tengah,” kata Rakhmat menutup sambutannya.

Dengan kiprah di Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura, Tenun Ikat Donggala tidak hanya menari di atas catwalk Jakarta, tetapi juga melambungkan asa para perajin di baliknya. Dari benang yang ditenun, mereka merajut peluang ekonomi dan melestarikan warisan leluhur, demi generasi mendatang.

Tags

Terkini