• Selasa, 21 Juli 2026

X-Ray Portable dan Anjing Pelacak, Inovasi Program Smart Scan Perangi Narkoba

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 30 Mei 2025 | 19:53 WIB
Petugas lapas/rutan Sulteng siap menolak narkoba & HP ilegal lewat mesin X-ray portabel, pelatihan intensif, dan kolaborasi BNN.
Petugas lapas/rutan Sulteng siap menolak narkoba & HP ilegal lewat mesin X-ray portabel, pelatihan intensif, dan kolaborasi BNN.

Sulawesitoday - Menjawab tantangan peredaran narkoba dan penyalahgunaan perangkat komunikasi ilegal, Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah menggulirkan gebrakan baru. Selasa pekan lalu (27/5/2025), di Aula Lapas Kelas IIA Palu, jajaran Ditjenpas Sulteng mendeklarasikan “Program Smart Scan & Train”—pengadaan mesin X-ray portable dan pelatihan deteksi zat terlarang untuk seluruh petugas lapas/rutan se-Sulteng.

Inovasi ini lahir dari data internal yang mencatat peningkatan titik rawan penyelundupan: lebih dari 60 persen narkotika masuk melalui bungkusan paket makanan dan handphone ilegal. Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menegaskan, “Alat tanpa SDM terlatih bagaikan senjata tanpa peluru. Dengan mesin deteksi mutakhir dan pelatihan intensif, kita persempit celah bagi pelaku penyelundupan.”

Pelatihan digelar bersamaan dengan deklarasi “Bersinar Tanpa Celah”—singkatan dari Bersih dari Narkoba dan Larangan Gawai Ilegal. Materi mencakup identifikasi bahan kimia narkotika, teknik interogasi non-agresif, hingga simulasi pemeriksaan paket curian. BNN Provinsi Sulteng mengambil peran sebagai narasumber utama, mempraktikkan uji reagen lapangan dan penerapan anjing pelacak.

“Selama ini petugas lebih banyak mengandalkan insting. Kini, mereka punya data visual dan keahlian teknis untuk menindak tegas,” ujar Kepala BNN Sulteng, Marzuki Rahman, usai umpan balik sesi latihan. Menurutnya, kolaborasi ini mempertebal dinding pengamanan sehingga lapas/rutan kembali ke fungsi aslinya: tempat pembinaan dan rehabilitasi.

Dampaknya sudah terasa. Di Lapas Kelas IIA Palu, jumlah temuan handphone ilegal menurun 45 persen dalam sebulan terakhir. Warga binaan pun kian kooperatif mengikuti tes urin mendadak. “Kami lihat semangat petugas berubah—mereka lebih percaya diri dan tahu caranya,” kata Rudi, narapidana kasus narkoba, mewakili suara warga binaan.

Baca Juga: 5 Orang Tewas saat Tambang Rakyat Batu Alam di Cirebon Longsor

Di sektor rutan, pola yang sama diadopsi: jadwal razia terstruktur, laporan harian via aplikasi, dan sanksi progresif. Lewat aplikasi pencatatan digital, setiap temuan langsung terlaporkan ke pusat, memudahkan evaluasi real time. “Transparansi jadi kunci. Ketika semua pihak bisa memantau, peluang penyimpangan pun menipis,” ungkap Kepala Rutan Sigi, Lili Fortuna.

Menutup acara, Bagus menegaskan, “Program Smart Scan & Train ini bagian konkret dari sapta arahan pemasyarakatan dan 13 Program Akselerasi Kemensosgardemn. Bukan sekadar deklarasi, tapi gerakan kerja nyata tanpa kompromi.” Dengan semangat “Transformasi Tanpa Toleransi”, Ditjenpas Sulteng menandai babak baru dalam perang lawan narkoba di lembaga pemasyarakatan.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini