Sulawesitoday - Subuh, seharusnya jadi waktu yang paling tenang. Tapi tidak di Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu lalu.
Sekitar pukul lima pagi, langit belum terang, matahari pun belum sempat menyapa. Tapi segerombolan remaja sudah lebih dulu "menyapa" warga—dengan senjata tajam di tangan.
Video mereka beraksi beredar cepat di media sosial. Sepeda motor menderu berhenti di depan gang sempit. Lalu turun dua-tiga remaja, tangan mereka tidak kosong. Benda panjang, mengilap, yang tak seharusnya dibawa siapa pun di pagi buta, diayun sambil berlari ke dalam gang.
Sementara motor-motor menunggu, seolah siap jadi kendaraan kabur. Warga yang melihat, hanya bisa mundur. Dua orang terluka. Identitas pelaku? Masih gelap. Sama seperti langit saat mereka menyerang.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosyadi, singkat saja. “Masih penyelidikan,” katanya. Barang bukti sedang dikumpulkan, saksi dimintai keterangan. Tapi sudah lewat beberapa hari, dan publik masih bertanya: siapa mereka? Dan lebih penting: mengapa?
Satu hal yang jelas—Kedung Badak kehilangan rasa aman. Warga yang biasanya santai keluar beli bubur pagi, kini memilih diam di rumah.
Kasus seperti ini bukan yang pertama. Tapi entah mengapa selalu terasa seperti yang pertama—karena traumanya tetap segar. Kita sudah berkali-kali mendengar istilah “peningkatan patroli”, “operasi senjata tajam”, atau “razia anak nongkrong”. Tapi pertanyaannya selalu sama: mengapa mereka tak jera?
Baca Juga: Ustadzah Ini Diduga Waria, Viral Kontroversi Shuniyya Ruhama
Remaja-remaja itu mungkin belum mengenal hukum, tapi mereka tahu betul bahwa ketakutan adalah alat yang efektif. Dan jalan gang sempit di Kedung Badak telah mereka pakai sebagai panggung.
Panggung yang terlalu sunyi untuk bisa diabaikan.
Artikel Terkait
5 Orang Tewas saat Tambang Rakyat Batu Alam di Cirebon Longsor
X-Ray Portable dan Anjing Pelacak, Inovasi Program Smart Scan Perangi Narkoba
Di Meja Gala Dinner Prabowo-Macron, Diplomasi Mengalir Lewat Segelas Cider
Truk Kontainer Hantam Lapak Tas di Tondo, Warga Tersentak Dentuman Keras
Ustadzah Ini Diduga Waria, Viral Kontroversi Shuniyya Ruhama