Sulawesitoday - Di bawah lampu kristal Istana Negara yang hangat dan tenang, dua kepala negara duduk berhadap-hadapan. Gelas berisi cairan keemasan diangkat tinggi—lalu bersulang.
Seketika, lini masa gaduh. Pertanyaan bertubi: apakah itu wine? Apakah Indonesia kini membuka ruang kompromi dalam simbol-simbol kenegaraan?
Jawabannya datang cepat. "Itu Sparkling Apple Cider. 100 persen jus apel berkarbonasi, tanpa alkohol," tegas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pernyataannya, Jumat, 30 Mei 2025.
Satu kalimat yang meredakan spekulasi. Tapi juga membuka pertanyaan baru: mengapa cider? Mengapa tidak air putih saja?
Simbol di Dalam Gelas
Dalam dunia diplomasi, kadang segelas minuman bisa lebih berisik dari pidato panjang. Pilihan Istana memakai sparkling apple cider—bukan anggur, bukan champagne—adalah keputusan simbolik. Isyarat bahwa Indonesia bisa ramah tanpa menggadaikan prinsip.
"Itu bentuk penghormatan, sekaligus kesetiaan pada nilai yang kita pegang," ujar Teddy. Tak perlu menabrak norma hanya untuk terlihat global.
Di atas meja makan malam itu, selain percakapan tentang kerja sama industri, pertahanan, hingga isu lingkungan, tersaji pula pesan halus: kita bisa setara, tanpa harus serupa.
Protokol Bercita Rasa Lokal
Istana menyebut, pemilihan menu dan tata cara jamuan tetap mengacu pada norma budaya Indonesia. Artinya: tidak hanya sekadar bebas alkohol, tapi juga bebas dari keraguan bahwa kita tunduk pada standar yang bukan milik kita.
Dalam hal ini, sparkling cider jadi lebih dari sekadar minuman. Ia menjadi bahasa diplomatik: cair, sopan, dan bernilai.
Ketika Cider Jadi Diplomasi
Tentu, sebagian warganet menganggap isu ini sepele. Tapi dalam urusan negara, tak ada yang benar-benar kecil. Tuan rumah yang cakap adalah yang tahu kapan harus menyajikan rendang, dan kapan harus memilih cider tanpa alkohol—demi menghindari badai di cangkir teh.
Baca Juga: X-Ray Portable dan Anjing Pelacak, Inovasi Program Smart Scan Perangi Narkoba
Artikel Terkait
Warga Nekat Gali Mangga Ilegal: 9,5 Ton Disiram EM4, Malah Dikorek Kembali
Residivis Jambret Ojol Ditangkap Berkat Soliditas Pengemudi di Palu
Camat Ini Tiba-tiba Sesak Nafas Saat Diperiksa Inspektorat, Dugaan Pungli Retribusi Sampah Menguak
5 Orang Tewas saat Tambang Rakyat Batu Alam di Cirebon Longsor
X-Ray Portable dan Anjing Pelacak, Inovasi Program Smart Scan Perangi Narkoba