Tujuannya, agar ia bisa memahami progres, khususnya item pekerjaan yang sudah dan belum dikerjakan.
"Kalau ditanya apa kekurangannya, saya tidak bisa jawab. Kami tidak tahu karena tidak pernah diberi dokumen. Kami sudah minta berulang kali bahkan lewat grup WhatsApp, tapi tidak direspons," keluhnya.
Bukan hanya Tinombo, Pansus DPRD juga berencana meninjau proyek serupa di RSUD Buluye Napoae Moutong, yang pada 2024 juga mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar.
Publik menanti, akankah polemik ini segera menemukan titik terang, ataukah akan terus bergelut dalam bayang-bayang ketidakjelasan?