Sulawesitoday - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong resmi memulai program sister school untuk jenjang sekolah dasar.
Langkah ini diambil demi memangkas jurang kualitas antara sekolah di kota dengan wilayah pinggiran.
Selama ini stigma sekolah favorit hanya melekat pada sekolah di pusat keramaian.
"Semua sekolah seharusnya memiliki kualitas yang merata," ujar Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Parimo, Farid.
Pemerintah memetakan 47 sekolah dasar yang masuk dalam daftar fokus peningkatan mutu. Sebanyak 11 sekolah inti terpilih menjadi mentor bagi sekolah lainnya dalam skema kolaborasi ini.
Mereka bakal saling tukar pengalaman dan praktik baik dalam proses belajar mengajar.
Target utamanya adalah mendongkrak kemampuan literasi serta numerasi siswa yang saat ini masih rendah.
Rendahnya nilai rapor pendidikan bukan melulu soal kemampuan otak para siswa. Masalah sering muncul karena metode pembelajaran guru yang belum maksimal di dalam kelas.
Farid menegaskan rapor pendidikan menjadi kompas untuk menentukan langkah intervensi setiap sekolah.
Baca Juga: Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel
Data inilah yang akan berbicara tentang posisi serta kekurangan masing-masing lembaga pendidikan.
Dinas Pendidikan memasang target ambisius untuk lima tahun ke depan. Kualitas pendidikan harus merata tanpa ada sekolah yang merasa dianaktirikan secara kualitas.
Kunci keberhasilan program ini berada di pundak para pendidik serta pimpinan sekolah. "Guru dan kepala sekolah adalah ujung tombak," tutur Farid menutup pembicaraan.