Dengan kata lain, tidak semua ASN akan menerima TPP dalam jumlah yang sama, karena penilaiannya didasarkan pada produktivitas dan disiplin kerja. Hal ini seharusnya mendorong para pegawai untuk meningkatkan kinerja mereka.
Selain gaji dan tunjangan, APBD Kabupaten Parigi Moutong juga mencakup alokasi untuk belanja non-ASN, seperti belanja BPJS Ketenagakerjaan bagi aparat desa dan pekerja rentan yang mencapai Rp16 miliar, serta belanja untuk jaminan kesehatan sebesar Rp27 miliar. Sektor-sektor ini juga harus diprioritaskan untuk memastikan kesejahteraan seluruh masyarakat, bukan hanya ASN.
Mengelola anggaran sebesar Rp1,783 triliun tentu bukan tugas yang mudah. Sering kali, pemerintah daerah dihadapkan pada dilema antara memenuhi kebutuhan internal birokrasi dan tetap memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat. Keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja lainnya menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa setiap alokasi dana digunakan dengan tepat sasaran.
Kesimpulannya, gaji dan tunjangan ASN di Parigi Moutong sudah memenuhi porsi yang signifikan dari APBD 2025. Meski demikian, penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran ini tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perlu ada upaya yang lebih strategis dalam mengelola belanja pegawai agar tidak mengurangi ruang fiskal untuk program-program lain yang lebih produktif.