Sulawesitoday - Kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) mendapat sorotan dalam pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Australia pada Selasa (10/9/2024).
Meski sempat tampak lebih baik sebelum laga, kualitas rumput yang tidak optimal memengaruhi jalannya pertandingan.
Pada momen awal pertandingan, Sandy Walsh kesulitan menendang bola karena rumput yang terlepas dari tanah.
Rumput yang tidak mulus membuat serangan Timnas Indonesia terganggu dan alur permainan menjadi tidak maksimal.
Panitia pelaksana pertandingan bahkan sempat memindahkan latihan kedua tim ke lapangan A dan Stadion Madya.
Upaya pemindahan ini dilakukan untuk menjaga kondisi rumput GBK, namun hasilnya tetap belum memuaskan saat pertandingan berlangsung.
Sebelumnya, rumput GBK ditanam ulang sejak periode FIFA Matchday sebelumnya, namun hasilnya belum sesuai harapan.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin (9/9/2024) malam diduga turut memperburuk kondisi rumput pada hari pertandingan.
Sejumlah netizen turut mengomentari kualitas rumput GBK yang dinilai buruk meski tidak ada agenda non-bola di stadion tersebut.
"Sampai sekarang rumput GBK masih aja bapuk," kata salah satu netizen yang kecewa dengan kondisi lapangan.
Netizen lain menyamakan kondisi rumput GBK dengan jalanan di pedesaan yang memiliki banyak tambalan.
Beberapa netizen juga menolak anggapan bahwa konser K-pop sebelumnya menjadi penyebab buruknya kualitas rumput GBK.
"Fix, ya, bukan salah konser K-pop. Lapangan udah steril, tapi rumput GBK tetap jelek," ungkap seorang pengguna media sosial.
Artikel Terkait
Ancaman Skuad Timnas Indonesia Membuat Australia Waspada Menjelang Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta