Sulawesitoday - Proses naturalisasi Ole Romeny kini menjadi salah satu prioritas utama PSSI. Dalam langkah yang dianggap krusial ini, Romeny diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Maret mendatang.
Ketua PSSI, Erick Thohir, dengan tegas menyatakan fokus organisasi saat ini: “Kami perlu striker.” Sebuah pernyataan yang mempertegas pentingnya keberadaan Romeny di lini depan skuad Garuda.
Baca Juga: Federico Dimarco Idola Baru Erick Thohir, Ketum PSSI Ungkap Kenangan di Inter Milan
Namun, cerita ini tidak hanya tentang seorang Romeny. Dalam sebuah wawancara, Erick menambahkan bahwa kebutuhan Indonesia jauh lebih besar. “Kedepannya, kami butuh 150 pemain terbaik Indonesia,” katanya. Ini bukan sekadar angka. Untuk memenuhi target ini, naturalisasi pemain keturunan menjadi salah satu strategi, meskipun diakui sulit.
Kedalaman Gelandang: Masih Kurang?
Jika posisi striker menjadi fokus saat ini, sektor gelandang juga tidak kalah mendesak. Meski beberapa nama seperti Thom Haye, Ivar Jenner, dan Ricky Kambuaya sudah memperkuat skuad, Erick menilai kedalaman pemain tengah masih menjadi masalah.
Baca Juga: Reaksi Netizen Twitter Usai Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi 2-0: Menyala Abangkuh!
“Hanya satu cadangan pemain tengah,” ucapnya mengacu pada formasi yang sering digunakan, seperti 5-3-2. Ketiadaan pengganti saat salah satu pemain kunci cedera menjadi risiko besar, seperti yang terlihat dalam laga terakhir.
Satu momen yang disebutkan Erick benar-benar membekas. Ketika Kevin Diks mengalami cedera, Indonesia cukup beruntung memiliki Sandy Walsh untuk menggantikan. Namun, bagaimana jika situasi seperti ini terjadi lagi di sektor lain? Sepertinya, risiko tersebut terlalu besar untuk diabaikan.
Kompetisi Semakin Ketat
Tak hanya bersaing di dalam negeri, Timnas Indonesia juga harus menghadapi ancaman dari negara tetangga. Thailand, Malaysia, dan bahkan Singapura tengah berbenah dengan serius. Australia, seperti yang diceritakan Erick, kini dipimpin oleh CEO Football Australia James Johnson yang berambisi meningkatkan performa timnya.
“Jangan kaget dengan persaingan yang semakin tinggi,” ujar Erick di Bali United Training Center. Menurutnya, jika Indonesia berpuas diri, upaya mencapai target 50 besar dunia di tahun 2045 bisa saja tinggal angan. Tentu, ini adalah peringatan keras yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Setelah 43 Tahun, Garuda Akhirnya Menaklukkan Arab Saudi dengan Cara yang Luar Biasa
Artikel Terkait
Setelah 43 Tahun, Garuda Akhirnya Menaklukkan Arab Saudi dengan Cara yang Luar Biasa
Kunci Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia, Jinakkan Provokasi Arab Saudi dan Serangan Balik Mematikan di SUGBK
Prediksi Tepat Mees Hilgers! Garuda Bungkam Arab Saudi 2-0 di SUGBK
Reaksi Netizen Twitter Usai Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi 2-0: Menyala Abangkuh!
Federico Dimarco Idola Baru Erick Thohir, Ketum PSSI Ungkap Kenangan di Inter Milan