Sulawesitoday - Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak memanggil Jens Raven ke skuat Piala AFF 2024 sempat bikin banyak orang bertanya-tanya. Kalau dipikir-pikir, Jens punya modal yang lumayan kok.
Dia udah nyetak tiga gol di Piala AFF U-19, bahkan total enam gol di level klub musim ini. Tapi, ternyata keputusan ini nggak hanya soal statistik.
Menurut Shin, pemain yang dipilih harus punya pengalaman internasional yang cukup. Jadi, meskipun Jens punya potensi, dia dianggap belum cukup matang untuk turnamen sebesar Piala AFF.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga lebih mengutamakan pemain yang sudah terbiasa dengan sistem permainan timnas.
“Kompak itu kunci,” katanya dalam salah satu wawancara. Nah, di sinilah pengalaman Jens mungkin jadi sorotan.
Lalu, ada satu lagi alasan yang nggak kalah penting: persaingan di posisinya. Sebagai striker, Jens menghadapi banyak nama besar yang sudah lebih dulu membuktikan diri. Sebut saja pemain-pemain seperti Dendy Sulistyawan atau Ilija Spasojevic yang memang udah kenyang pengalaman.
Baca Juga: Grup Neraka Piala AFF 2024: Bisakah Timnas Indonesia Menembus Dominasi Vietnam
Menurut sumber internal tim, keputusan ini bukan karena Jens kurang bagus, tapi karena Shin merasa opsi lain lebih sesuai dengan kebutuhan taktik saat ini.
Selain itu, Jens sendiri punya beberapa kelemahan yang mungkin jadi pertimbangan. Salah satunya soal kecepatan. Postur tingginya yang mencapai 189 cm memang bikin dia tangguh di duel udara, tapi nggak jarang itu juga bikin dia agak lambat ketika menghadapi situasi satu lawan satu atau bola daerah.
Ditambah lagi, dia dianggap masih kurang konsisten di level internasional, sesuatu yang sering jadi penentu di turnamen sekelas Piala AFF.
Namun, keputusan Shin ini juga harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Pelatih yang terkenal perfeksionis ini mungkin punya rencana jangka panjang. Memberi kesempatan pada pemain muda lain bisa jadi strategi untuk menciptakan kedalaman skuat yang lebih solid ke depannya.
Bagaimanapun, Jens Raven tetap pemain yang menjanjikan. Mungkin bukan sekarang, tapi siapa tahu, dia akan jadi ujung tombak utama Indonesia di masa depan.
Untuk Jens sendiri, keputusan ini tentu jadi motivasi. Bukan waktu yang tepat untuk kecewa, tapi justru saatnya untuk membuktikan kalau dia layak bersaing di level tertinggi.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Umumkan 26 Pemain untuk Piala AFF 2024: Kejutan Besar, Empat Dicoret
Pratama Arhan, Tidak Ada Lawan Mudah untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Tiga Rekrutan Baru Vietnam: Senjata Rahasia untuk Piala AFF 2024, Apa Artinya untuk Timnas Indonesia?
Piala AFF 2024: Filipina Jadi Teka-Teki Besar Vietnam, Bukan Timnas Indonesia
Grup Neraka Piala AFF 2024: Bisakah Timnas Indonesia Menembus Dominasi Vietnam