Sulawesitoday - Tanggal 7 Desember 2024 bakal jadi malam besar untuk Crystal Palace dan Manchester City. Selhurst Park akan menjadi saksi bentrokan dua tim dengan cerita berbeda musim ini.
Palace sedang berjuang menjauh dari zona degradasi, sementara City ingin kembali ke jalur kemenangan di laga tandang.
Crystal Palace: Asa untuk Bertahan
Tim asuhan Oliver Glasner memang belum stabil, tapi performa mereka belakangan menunjukkan peningkatan. Palace hanya kalah sekali dalam tujuh pertandingan terakhir. Kemenangan tipis 1-0 atas Ipswich Town jadi sinyal bahwa mereka mulai menemukan ritme. Tapi, mari jujur saja, City bukan lawan sembarangan.
Jean-Philippe Mateta akan menjadi sorotan setelah golnya pekan lalu. Ditambah dengan kreativitas Eberechi Eze di lini tengah, Palace mungkin saja bikin City repot. Namun, statistik tak berpihak pada mereka. Dalam sepuluh laga kandang terakhir melawan City, Palace gagal menang—hanya dua kali imbang, delapan kalah. Ini jelas bukan rekor yang bikin optimis.
Manchester City: Misi Balik Kepercayaan Diri
Di sisi lain, City juga datang dengan beban. Lima kekalahan tandang beruntun jadi catatan buruk yang tak biasa untuk Pep Guardiola. Meski begitu, kemenangan 3-0 atas Nottingham Forest pekan lalu memberi angin segar. Guardiola sendiri menekankan pentingnya menjaga momentum ini.
Baca Juga: Liverpool Tandang ke Goodison, Apakah Everton Siap Mematahkan Statistik?
“Kami tahu tekanan ini. Tapi kami di sini untuk kembali,” ujar Pep dalam konferensi pers. Fokus Guardiola mungkin pada lini serang yang kembali tajam. Erling Haaland jelas jadi kartu truf dengan catatan golnya yang luar biasa. Kevin De Bruyne juga akan berperan besar dalam menjaga aliran serangan tetap mengalir.
Namun, lini belakang City masih rentan. Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa mereka sering kecolongan di situasi transisi cepat—sebuah celah yang bisa dimanfaatkan Palace.
Taktik yang Akan Dimainkan
Palace diperkirakan bermain dengan pendekatan bertahan menggunakan formasi 4-2-3-1. Fokus pada serangan balik jadi pilihan utama. Oliver Glasner kemungkinan mengandalkan bola mati untuk menciptakan peluang. Namun, jika bertahan terlalu dalam, mereka bisa menjadi bulan-bulanan penguasaan bola City.
Di sisi lain, Guardiola hampir pasti membawa formasi 4-3-3 andalannya. Dengan penguasaan bola yang dominan, City akan mencoba memaksa Palace bermain di area mereka sendiri. Jangan kaget kalau Jack Grealish diberi peran baru lagi—Pep suka eksperimen, dan ini bisa jadi salah satu trik untuk membongkar pertahanan Palace.
Prediksi Skor dan Pemain Kunci
Artikel Terkait
Bentrok Taktik: Serangan Cepat Manchester United vs Disiplin Ketat Nottingham Forest Pekan ke-15 Liga Inggris
Head to Head Panas, Girona Tantang Dominasi Real Madrid di Liga Spanyol
Head to Head Menegangkan, Mampukah Real Betis Akhiri Dominasi Barcelona di Pekan ke-16?
Hasil Lengkap Pekan 15 La Liga, Kejutan Las Palmas dan Dominasi Atletico
Liverpool Tandang ke Goodison, Apakah Everton Siap Mematahkan Statistik?