• Kamis, 4 Juni 2026

Inter Milan Gilas Parma 3-1: Dimarco dan Thuram Jadi Sorotan di Giuseppe Meazza

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 09:15 WIB
Inter Milan menang 3-1 atas Parma, dengan gol-gol dari Dimarco, Barella, dan Thuram. Laga penuh aksi ini mengokohkan posisi Inter di papan atas Serie A.
Inter Milan menang 3-1 atas Parma, dengan gol-gol dari Dimarco, Barella, dan Thuram. Laga penuh aksi ini mengokohkan posisi Inter di papan atas Serie A.

Sulawesitoday - Inter Milan tampil gemilang di Giuseppe Meazza pada Sabtu dini hari, mengalahkan Parma 3-1 dalam laga Serie A yang penuh aksi. Hasil ini menjaga posisi Inter di peringkat ketiga klasemen sementara, dengan koleksi 31 poin dari 14 pertandingan. Bagi skuad Simone Inzaghi, tiga poin ini vital di tengah persaingan sengit papan atas.

Gol pertama Inter lahir di menit ke-40 melalui Federico Dimarco. Umpan brilian Henrikh Mkhitaryan dimanfaatkan Dimarco dengan teknik tumit memukau sebelum melepaskan tembakan kaki kanan. “Gol itu bukan hanya indah, tetapi juga krusial,” komentar seorang pengamat sepak bola lokal. Parma, meski bertahan dengan gagah, tak mampu menghadapi intensitas permainan Inter.

Kejutan VAR dan Peluang yang Terbuang

Awal laga dibuka dengan kontroversi VAR. Penalti yang awalnya diberikan untuk Inter akibat pelanggaran terhadap Lautaro Martinez dianulir setelah tayangan ulang menunjukkan insiden terjadi di luar kotak penalti. Dari tendangan bebas yang dihasilkan, Hakan Calhanoglu gagal memanfaatkan peluang tersebut.

Tak lama, Parma mendapat pukulan telak saat Botond Balogh harus keluar lapangan karena cedera di menit ke-12. Meski kehilangan pemain inti, Parma mencoba menekan melalui Simon Sohm dan Dennis Man, meskipun penyelesaian akhir mereka masih jauh dari target.

Baca Juga: Kylian Mbappe di Real Madrid, Bintang Terisolasi di Tengah Tekanan Tim dan Ekspektasi Fans

Dominasi di Babak Kedua

Setelah istirahat, Inter semakin agresif. Gol kedua lahir dari Nicolo Barella pada menit ke-53. Umpan panjang Mkhitaryan berhasil dikonversi Barella dengan gaya khasnya, melewati dua pemain belakang sebelum menempatkan bola ke gawang kosong. Awalnya gol ini dianggap offside, tetapi VAR kemudian mengesahkannya.

Parma, meskipun tertinggal dua gol, tetap berusaha membangun serangan. Namun, keunggulan kualitas skuad Inter menjadi pembeda. Gol ketiga datang melalui Marcus Thuram di menit ke-66. Memanfaatkan tendangan sudut Calhanoglu, sontekan Yann Bisseck disambut Thuram untuk memperbesar keunggulan. Menariknya, ini adalah momen emosional bagi Thuram, mengingat Parma adalah kota kelahirannya.

Gol Hiburan dan Statistik Akhir

Parma akhirnya mencetak gol hiburan melalui gol bunuh diri Matteo Darmian di menit ke-81. Dalam upayanya menghalau bola, Darmian justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Inter hampir mendapat penalti lagi menjelang akhir laga, tetapi keputusan tersebut kembali dianulir oleh VAR.

Statistik menunjukkan dominasi Inter: mereka mencatatkan 18 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, dengan penguasaan bola 56%. Sementara itu, Parma hanya mampu membuat satu tembakan tepat sasaran dari total empat percobaan.

Hasil ini menjadi bukti kuatnya lini serang Inter musim ini, meskipun beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan. Simone Inzaghi tentu akan memanfaatkan kemenangan ini untuk membangun momentum di sisa musim. Di sisi lain, Parma perlu mengevaluasi cara mereka menghadapi tim besar, terutama dalam hal kedalaman skuad dan taktik bertahan.

Pertandingan berikutnya untuk Inter adalah melawan rival berat di Serie A. Sebuah ujian yang akan menentukan apakah performa mereka bisa tetap konsisten di jalur perebutan gelar.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini