• Kamis, 4 Juni 2026

Mbappé Gagal, Carlo Ancelotti Ditekan: Zidane Mengintip Kursi Pelatih Real Madrid?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 19:54 WIB
Carlo Ancelotti menghadapi tekanan besar di Real Madrid, sementara Zidane terus menjadi bayangan yang mengintai kursi pelatih.
Carlo Ancelotti menghadapi tekanan besar di Real Madrid, sementara Zidane terus menjadi bayangan yang mengintai kursi pelatih.

Sulawesitoday - Tekanan pada Carlo Ancelotti semakin meningkat. Dengan lima kekalahan dalam sebelas pertandingan terakhir, termasuk kekalahan 1-0 yang memalukan dari Athletic Club, Real Madrid kini berada dalam sorotan tajam.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah era Ancelotti akan segera berakhir? Para penggemar yang frustrasi mulai melihat bayangan Zinedine Zidane, meski kabarnya ia enggan kembali ke Santiago Bernabéu dalam waktu dekat.

Namun, Mbappé menjadi nama lain yang ikut terbawa dalam badai kritik ini. Performa pemain bintang tersebut, terutama kegagalannya dalam penalti, telah memperburuk situasi tim. Anehnya, Ancelotti tetap bersikap defensif terhadap kritik yang diarahkan pada Mbappé. “Dia butuh waktu untuk beradaptasi.

Tidak semua hal berjalan instan,” tegas Ancelotti dalam salah satu konferensi persnya. Tapi, pernyataan ini malah memicu komentar skeptis—apakah kesabaran yang diminta Ancelotti terlalu mahal harganya bagi klub sebesar Real Madrid?

Baca Juga: Sosok Penerus Rodri di Manchester City, Bruno Guimarães Siap Didatangkan Pep Guardiola

Zidane, mantan pelatih yang membawa kejayaan ke klub ini, disebut-sebut sebagai solusi dari kekacauan ini. Namun, situasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Zidane sebelumnya meninggalkan Madrid bukan tanpa alasan.

Ketidakpuasannya terhadap dukungan klub menjadi salah satu faktor utama. Kini, dengan Deschamps tetap menangani Prancis hingga 2026, Zidane mungkin memiliki ruang untuk kembali, tetapi pertanyaannya: apakah hubungan yang retak bisa diperbaiki?

Real Madrid, meski sedang dalam masa sulit, tidak menunjukkan tanda-tanda akan memecat Ancelotti di tengah musim. Keputusan ini terbilang strategis. Pergantian pelatih saat ini mungkin malah memperparah keadaan.

Sebaliknya, pihak klub tampaknya berharap pengalaman Ancelotti mampu membawa tim ini keluar dari krisis. Akan tetapi, jika hasil buruk terus berlanjut, sulit membayangkan skenario di mana kursi Ancelotti tetap aman.

Di tengah segala drama ini, penggemar hanya bisa menunggu dengan was-was. Apakah Ancelotti mampu membuktikan dirinya? Ataukah Zidane benar-benar akan kembali untuk ketiga kalinya? Yang jelas, semua mata kini tertuju pada Santiago Bernabéu.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini