ragam

Pria China Ini Jual Harta dan Gendong Ibu Lumpuh Keliling Negeri, Netizen Tersentuh

Minggu, 27 Oktober 2024 | 16:26 WIB
Seorang pria China menjual semua hartanya demi membawa ibunya yang lumpuh berkeliling negeri. Kisahnya viral, menginspirasi ribuan orang. #BaktiTanpaBatas #CintaSejati #Pengorbanan #InspirasiViral (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Xiao Ma (31), seorang pria asal China, telah memikat hati ribuan warganet berkat kisah baktinya yang tak biasa. Ma menjual hampir semua harta bendanya demi satu tujuan mulia: membawa ibunya yang lumpuh berkeliling negeri, menghabiskan sisa waktu bersamanya. Di punggungnya, sang ibu digendong dengan kasih yang sama seperti dulu ia digendong ketika masih bayi.

Aksinya ini memicu gelombang simpati dan kekaguman di media sosial China, menjadi bukti nyata bahwa cinta dan pengorbanan tak mengenal batas.

Baca Juga: Cerita Saksi Sudah Peringatkan Korban Soal Kabel Rusak Sebelum Petugas CCTV Tewas Tersengat Listrik di Gedung Wali Kota JakTim

Perjalanan panjang Xiao Ma dimulai setelah tragedi keluarga menghantamnya bertahun-tahun lalu. Ketika Ma masih berusia delapan tahun, kecelakaan mobil merenggut nyawa sang ayah dan meninggalkan ibunya dalam kondisi lumpuh. Tak hanya itu, sang ibu juga mengalami atrofi otak, kondisi yang menyebabkan kemunduran kognitif hingga akhirnya berkembang seperti seorang anak kecil.

Bersama kakak perempuannya, Ma harus merawat ibunya dan bertahan hidup di tengah keterbatasan. Seiring waktu, ia bekerja serabutan, mulai dari memetik kapas hingga magang di berbagai bidang, sebelum akhirnya membuka restoran sendiri di Xinjiang.

Baca Juga: Pohon Lapuk Tumbang di Farmhouse Lembang, 4 Kendaraan Hancur Parah

Namun, kehidupan Ma berubah drastis ketika kabar buruk datang: kondisi ibunya tidak bisa disembuhkan.

“Saya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa bersamanya,” kata Ma. Keputusan besar pun diambil—Ma menjual rumah dan mobilnya agar bisa mengajak ibunya melakukan perjalanan keliling China. Dari Gunung Tianshan hingga Tembok Besar Beijing, mereka menjelajahi tempat-tempat yang pernah menjadi impian mereka.

Baca Juga: Dituduh Aniaya Siswa, Guru SDN 27 Doule Bombana Dipolisikan! Mediasi Gagal

“Rumah adalah tempat ibu saya berada,” ucap Ma, menegaskan bahwa bagi dirinya, kebersamaan dengan sang ibu lebih penting daripada harta benda.

Meski sang ibu kini tak lagi bisa berbicara, senyum di wajahnya setiap kali mereka bepergian adalah hadiah terbesar bagi Ma. Momen-momen ini diabadikan dan dibagikan di media sosial, mengundang ribuan komentar positif dan pujian dari warganet.

Baca Juga: Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Beton Saat Truk Tronton Hantam Gerbang Pesantren di Kolaka

“Cinta tidak menunggu, bakti tidak pernah terlambat, dan tindakan adalah jawaban terbaik,” kata Ma dalam salah satu wawancara. Ungkapan ini dengan cepat menjadi kutipan yang viral, menggambarkan filosofi hidup yang sederhana namun mendalam.

Langkah Ma mengajarkan banyak orang tentang arti bakti dan cinta tanpa syarat, terutama dalam dunia yang sering kali dikuasai oleh ambisi pribadi dan kesibukan. Bagi sebagian orang, perjalanannya terasa seperti pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu berada dalam kesuksesan materi, melainkan dalam tindakan kecil yang penuh kasih dan bermakna.

Halaman:

Tags

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB