Sulawesitoday - Kejadian tragis menimpa keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Arqom di Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/10/2024) sore. Sebuah truk tronton bermuatan alat berat menghantam gerbang pesantren hingga roboh, mengakibatkan seorang bocah berusia 5 tahun tewas tertimpa beton.
Menurut Kapolsek Watubangga, Ipda Hendra, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Truk tronton dengan nomor polisi DD 8419 KC, yang dikemudikan Ahmad (19), membawa ekskavator Sany PC 200 saat menyenggol gerbang pondok.
Baca Juga: Nyaris Ricuh! Debat Pilwalkot Makassar Terganggu, Moderator Terpaksa Hentikan Jalannya Debat
Bobot kendaraan yang besar serta kurangnya kehati-hatian pengemudi membuat tiang beton gerbang tak mampu menahan benturan.
“Tiang pintu gerbang langsung roboh setelah tersenggol dan menimpa truk serta seorang anak kecil,” ujar Ipda Hendra. Bocah malang tersebut adalah Al Fatih Nabi, putra Pembina Pondok Pesantren Baitul Arqom, Ustaz Rudiono Nabi.
Baca Juga: Kesal Jatah BBM Tak Didapat, Nelayan di Bone Tutup Jalan ke SPBN dengan Timbunan Sirtu
Tragisnya, sang anak meninggal di tempat kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar pesantren. Suasana mendadak berubah hening setelah kejadian. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa Al Fatih saat itu tengah bermain di dekat gerbang, tanpa menyadari truk besar tersebut akan melintas dan menyebabkan malapetaka.
Baca Juga: Angin Kencang Tak Hanya Merusak! BPBD Catat Lonjakan Rumah Terdampak di Maros
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini. "Kami masih memeriksa pengemudi dan memastikan apakah ada unsur kelalaian atau masalah teknis dalam kecelakaan ini," kata Hendra. Ahmad, sopir muda berusia 19 tahun yang terlibat dalam insiden itu, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi peristiwa secara lengkap.
Kejadian ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan di sekitar area pesantren. Warga berharap ada tindakan lebih lanjut untuk memastikan kendaraan besar yang melintas di jalur ini lebih berhati-hati, terutama di dekat area padat aktivitas anak-anak.
Tragedi ini tidak hanya membuka luka bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi peringatan keras tentang pentingnya kewaspadaan berkendara di area permukiman. Dengan jalanan yang sering dilalui kendaraan berat, keselamatan menjadi perhatian utama.
Artikel Terkait
Mencengangkan Hakim dalam Kasus Bebas Ronald Tannur Ditangkap Terkait Suap Rp20 Miliar, Ini Penampakan Banyaknya Uang Itu
Praktik Tak Wajar Uang Pasar Tolai Disimpan di Rekening Pribadi Terbongkar, Nilainya Fantastis Rp124 Juta
Angin Kencang Tak Hanya Merusak! BPBD Catat Lonjakan Rumah Terdampak di Maros
Kesal Jatah BBM Tak Didapat, Nelayan di Bone Tutup Jalan ke SPBN dengan Timbunan Sirtu
Nyaris Ricuh! Debat Pilwalkot Makassar Terganggu, Moderator Terpaksa Hentikan Jalannya Debat