Sulawesitoday - Tiongkok memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada yang baru. Yang membuat dunia terbelalak. Kali ini soal listrik. Bukan sekadar baterai biasa. Tapi "power bank" raksasa yang bisa terbang di langit.
Namanya keren: Sawes S2000. Kepanjangannya adalah Stratosfer Airborne Wind Energy System. Ini bukan main-main. Inilah sistem pembangkit listrik tenaga angin kelas megawatt pertama di dunia yang bisa melayang.
Siapa otaknya? Sebuah perusahaan di Beijing. Namanya Beijing Lin Yunchuan Energy Technology. Mereka tidak membuat kincir angin yang berdiri kaku di atas tanah. Mereka justru menerbangkannya ke angkasa.
Bentuknya menyerupai balon udara raksasa. Isinya gas helium. Panjangnya 60 meter. Lebarnya 40 meter. Tingginya pun 40 meter. Bayangkan sendiri besarnya. Di balon itulah dipasang kincir angin yang berfungsi sebagai turbin.
Cara kerjanya cerdik. Balon itu terbang mencari angin di ketinggian. Tidak tanggung-tanggung: bisa sampai ketinggian 2.000 meter. Di sana angin lebih stabil. Lebih kencang. Begitu kincir berputar, listrik pun tercipta.
Lalu bagaimana listriknya turun ke bumi? Pakai kabel. Kabel panjang menjuntai dari udara langsung ke tanah.
Hasilnya? Edan. Dalam uji coba tanggal 24 Januari 2026 kemarin, Sawes mampu menghasilkan listrik sebesar 385 kWh. Kalau dihitung-hitung, itu cukup untuk memasok listrik ke 1.500 rumah tangga dengan pemakaian normal. Atau kalau dipakai mengecas HP, bisa untuk 90.000 ponsel sekaligus sampai penuh.
Weng Hanke, salah satu pendiri sekaligus kepala teknologi di sana, sangat bangga. Dia mengklaim sistem ini punya efisiensi transmisi yang sangat tinggi. Rahasianya ada pada teknologi transmisi arus searah tegangan menengah yang dibuat ringan namun tetap bertenaga.
Mengapa Tiongkok sampai kepikiran membuat ini?
Pertama, efisiensi. Listrik yang dihasilkan bisa langsung nyambung ke jaringan listrik utama nasional secara stabil. Tanpa batas. Tanpa ribet.
Kedua, praktis. Sawes tidak butuh lahan luas seperti pembangkit listrik tenaga angin konvensional yang butuh fondasi beton raksasa. Ini cocok sekali untuk wilayah perkotaan yang padat penduduk tapi minim lahan.
Ketiga, soal lokasi sulit. Media di sana sangat optimistis teknologi ini bisa menjadi solusi untuk mengirim listrik ke pulau-pulau terpencil. Juga sangat berguna untuk kondisi darurat. Misalnya saat terjadi bencana alam dan jaringan listrik mati total. Sawes bisa langsung diterbangkan untuk memberikan pasokan listrik instan.
Strukturnya yang sederhana dan kompak membuatnya mudah dipasang di mana saja. Bahkan diklaim lebih ramah lingkungan daripada kincir angin biasa.
Artikel Terkait
Cara Terbaru Hapus Akun IG Permanen: Mudah, Cepat, dan Tuntas
YouTube Shorts Clipper, Cara Cepat Potong Video Panjang Jadi Klip Viral dengan Bantuan AI
Rahasia Kerja Cerdas: NotebookLM, AI Grounded untuk Riset dan Strategi Bisnis
iPhone 17 Pro Max HDC 2 Jutaan: Fisik Identik Tapi Isinya Bahaya, Jangan Sampai Ketipu!
Buat Podcast Full AI dengan Leonardo AI, Hunen dan Google AI Studio