Sulawesitoday - Mana mungkin Bill Gates mau diam saja. Setelah menguasai dunia lewat Windows, lalu sibuk mengurus jamban sehat di Afrika, kini ia kembali ke "akar" masalah peradaban: energi.
Bukan sembarang energi. Ini nuklir.
Kabar terbaru dari Negeri Paman Sam menyebutkan perusahaan milik Gates, TerraPower, akhirnya mengantongi izin dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC). Ini peristiwa besar. Sudah delapan tahun NRC tidak mengeluarkan izin pembangunan reaktor nuklir komersial. Dan Wyoming menjadi saksi sejarah itu.
Nama proyeknya keren: Natrium.
Kenapa namanya Natrium? Karena reaktor ini tidak pakai air. Ia pakai logam cair (sodium) sebagai pendingin. Selama ini, PLTN konvensional selalu mengandalkan air bertekanan tinggi. Air itu yang mendinginkan reaksi nuklir sekaligus memutar turbin.
Tapi air punya masalah. Titik didihnya rendah. Kalau mau panas sekali, tekanannya harus dibuat luar biasa tinggi. Risikonya? Korosi. Pipa logam cepat karatan. Kalau sudah karat, perbaikannya setengah mati karena tekanan di dalamnya sangat besar.
Bill Gates lewat TerraPower ingin mendobrak itu.
Sistem Natrium ini cerdas. Logam cair punya titik didih delapan kali lebih tinggi dari air. Artinya, ia bisa menyerap panas jauh lebih banyak tanpa harus meledak karena tekanan. Lalu, panas itu disimpan dalam sistem penyimpanan garam cair berkapasitas 1 gigawatt jam.
Logam cairnya berputar terus di dalam. Tidak perlu dipompa keluar-masuk seperti air yang bikin repot. Garamlah yang bertugas mendinginkan suhu logam cair itu sambil menyimpan energinya.
Berapa investasinya? Jangan kaget: US$ 4 miliar. Atau sekitar Rp 63 triliun lebih.
Uang segitu besar bukan hanya untuk gaya-gayaan. Reaktor berkapasitas 345 megawatt ini ditargetkan mulai beroperasi tahun 2030. Bahan bakarnya pun khusus: low-enrich uranium. Kandungan uraniumnya hanya 5 sampai 20 persen. Lebih aman, lebih efisien.
Dunia memang sedang berubah. Saat anak muda Gen Z mulai malas kuliah dan lebih memilih jadi tukang karena AI, Bill Gates justru kembali ke teknologi fisik yang fundamental. Ia tahu, sehebat apa pun kecerdasan buatan, ia butuh listrik. Dan nuklir "garam" ini mungkin adalah jawabannya.
Wyoming akan jadi laboratorium masa depan. Kita lihat saja nanti, apakah garam dan natrium ini bisa benar-benar menggantikan peran air—dan sekaligus menyelamatkan bumi dari krisis energi.
Khas Bill Gates: kalau belum bisa mengubah dunia, ia belum berhenti.
Artikel Terkait
Borong PC Sebelum Harga Gila, Krisis Chip Memori AI Mengancam Pasar Elektronik 2026
Hati-hati! Penjahat Siber Incar Pemudik Lewat Captcha Palsu dan Web Travel Bodong
Risih Diintai Google? Simak Panduan Lengkap Matikan Fitur Pelacakan di HP dan Laptop
Maling Digital, Serangan Ransomware Melejit - Tapi Korban Mulai Ogah Bayar Tebusan
Bukan Fiksi! Ilmuwan China Klaim Chip Otak Segera Masuk Asuransi & Digunakan Publik