Sulawesitoday - Dunia digital itu mirip hutan rimba. Tapi macannya bukan lagi lapar daging, melainkan lapar data.
Namanya mentereng: Ransomware. Intinya: data Anda dicuri, dikunci, lalu Anda dimintai tebusan. Kalau tidak bayar, data hilang atau disebar. Kejam.
Sepanjang 2025 kemarin, serangannya gila-gilaan. Lonjakannya sampai 50 persen. Ini rekor paling aktif sepanjang sejarah peradaban keyboard. Maling-maling ini makin rajin mengetuk pintu server kita.
Tapi ada yang aneh.
Logikanya, kalau malingnya tambah rajin, hasilnya tambah banyak, bukan? Ternyata tidak. Di sinilah seninya. Penjahatnya makin sibuk, tapi korbannya makin "pelit".
Angka yang Menipu
Coba lihat data dari Chainalysis. Total uang yang mengalir ke kantong peretas itu mencapai US$820 juta. Kalau dirupiahkan? Sekitar Rp13,9 triliun. Angka yang bikin pusing tujuh keliling.
Tapi tunggu dulu. Angka itu sebenarnya turun 8 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp15 triliun. Padahal serangannya naik separuh lipat.
Artinya apa? Persentase korban yang mau membayar tebusan jatuh ke titik terendah: cuma 28 persen. Dulu, orang panik. Begitu data dikunci, langsung transfer. Sekarang, mentalitasnya berubah. Korban mulai berani bilang: "Silakan ambil datanya, saya tidak punya uang!" atau "Silakan kunci, saya punya cadangannya!"
Menyasar yang Kecil
Karena perusahaan besar makin pelit dan sistem keamanannya makin ketat, maling ini ganti strategi. Mereka mulai melirik UKM—Usaha Kecil dan Menengah.
Analisis dari eCrime.ch menyebutkan, UKM jadi sasaran empuk karena biasanya mereka ingin masalah cepat selesai. Bayar saja, yang penting jualan jalan lagi.
Corsin Camichel, pendiri eCrime.ch, melihat fenomena ini dengan menarik. Kata dia, penjahat siber sekarang kerjanya lebih keras, tapi hasilnya makin menciut. Istilah kerennya: high effort, low return.
Kasihan juga malingnya. Tapi syukurlah.
Artikel Terkait
Heboh Roti MBG Berbelatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Panik: Mana Pengawasannya?
Geger Belatung di Bandeng Presto Ponorogo, SPPG Ngrayun Akui Lalai dan Siap Ganti Menu
Hati-hati! Penjahat Siber Incar Pemudik Lewat Captcha Palsu dan Web Travel Bodong
Rahasia Dunia Hilang Terungkap, Saat Es Mencair dan Sejarah Berusia 10.000 Tahun Muncul
Risih Diintai Google? Simak Panduan Lengkap Matikan Fitur Pelacakan di HP dan Laptop