• Selasa, 21 Juli 2026

Bukan Fiksi! Ilmuwan China Klaim Chip Otak Segera Masuk Asuransi & Digunakan Publik

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 9 Maret 2026 | 17:15 WIB
China agresif kembangkan teknologi chip otak BCI. Diprediksi meledak 3-5 tahun lagi, siap balap Neuralink Elon Musk dalam industri medis strategis
China agresif kembangkan teknologi chip otak BCI. Diprediksi meledak 3-5 tahun lagi, siap balap Neuralink Elon Musk dalam industri medis strategis

Sulawesitoday - tertegun membaca laporan dari Reuters pagi ini. Isinya bikin dahi berkerut, tapi sekaligus kagum. Soal apa? Apalagi kalau bukan Brain-Computer Interface (BCI). Alias chip yang ditanam di otak.

Dulu, kita pikir ini cuma ada di film fiksi ilmiah Hollywood. Ternyata, kenyataannya justru sedang terjadi di Beijing dan Sichuan.

Tiongkok rupanya tidak mau main-main. Mereka sedang "lari maraton" dengan kecepatan sprinternya Usain Bolt. Targetnya ngeri-ngeri sedap: tiga sampai lima tahun ke depan, teknologi ini sudah harus meledak di pasar. Dipakai masyarakat luas.

Bukan sekadar hobi atau gaya-gayaan. Ini urusan persaingan harga diri bangsa.

Strategi "Keroyokan" Pemerintah

Hebatnya Tiongkok itu di sini: Fokus.

Pemerintah pusat sana sudah ketok palu. BCI masuk dalam daftar "anak emas" di rencana pembangunan lima tahunan terbaru. Derajatnya disamakan dengan komputer kuantum, AI, sampai fusi nuklir.

Artinya apa? Anggarannya ada. Dukungan politiknya kuat. Birokrasinya dipangkas.

Direktur Sichuan Institute of Brain Science, Yao Dezhong, bicaranya optimistis sekali. Dia bilang perkembangannya sangat pesat. "Memang tidak berubah dalam semalam," katanya. Tapi kalau sudah urusan tiga tahun lagi? Produk praktisnya sudah harus nangkring di rumah sakit.

Bayangkan. Pasien lumpuh atau mereka yang diamputasi, nanti bisa menggerakkan tangan robotik hanya dengan kekuatan pikiran. Bukan sulap, bukan sihir. Ini murni urusan kabel dan sinyal saraf.

Menantang Musk di Kandang Sendiri

Selama ini kita hanya kenal Elon Musk dengan Neuralink-nya. Musk memang jago. Dia punya robot bedah yang bisa tanam elektroda secepat kilat. Tapi Tiongkok punya senjata lain: Ekosistem.

Yao Dezhong pede sekali. Dia bilang, apa yang dilakukan Musk, ilmuwan Tiongkok juga bisa. Bahkan, mereka punya keunggulan yang tidak dimiliki Amerika:

Pasien yang Melimpah: Untuk riset medis, jumlah subjek sangat krusial.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini