Sulawesitoday - Mark Zuckerberg akhirnya angkat tangan. Tidak kuat. Bukan karena kalah teknologi, tapi karena digebuk aturan.
Raksasa itu menyerah pada Uni Eropa (UE). Mulai tahun ini, pintu WhatsApp yang selama ini tertutup rapat, harus dibuka. Lebar-lebar. Pesaing kecerdasan buatan (AI) boleh masuk ke sana.
Selama ini, WhatsApp itu seperti kerajaan sendiri. Hanya ada satu asisten di sana: Meta AI. Milik Zuckerberg sendiri. Sejak 15 Januari 2026 lalu, ia berkuasa mutlak. Chatbot lain? Dilarang masuk. Dimatikan.
Tapi regulator di Eropa tidak mau tahu. Mereka mencium bau amis monopoli.
Komisi Eropa melotot. Bulan lalu mereka mengancam: kalau Meta tidak berubah, akan ada tindakan tegas. Rupanya, Eropa belajar dari Italia. Desember 2025 lalu, pengawas persaingan di Italia sudah lebih dulu "menjewer" Meta.
Meta sempat membela diri. Alibi mereka klasik: kalau semua AI masuk, sistem kami bisa jebol. Terlalu berat. Beban sistemnya luar biasa. Lagi pula, kata Meta, kan masih ada toko aplikasi lain. Ada mesin pencari. Ada email. Kenapa harus di WhatsApp?
Ternyata argumen itu mentah.
Zuckerberg tahu risikonya besar. Maka, ia pun melunak. "Selama 12 bulan ke depan, kami akan mendukung chatbot AI serbaguna menggunakan API WhatsApp Business di Eropa," ujar juru bicara Meta, seperti dikutip Reuters.
Tapi, ada "tapi"-nya.
Boleh masuk, asal bayar. Ada fee-nya. Inilah yang bikin masalah baru.
Marvin von Hagen, CEO The Interaction Company—perusahaan di balik AI Poke.com yang menggugat Meta—langsung teriak. Baginya, Meta ini cuma main sandiwara. "Kelihatannya patuh, padahal kebalikannya," kata Marvin.
Istilah dia: prohibitive pricing. Harganya selangit. Dibuat sedemikian rupa supaya kompetitor tetap tidak bisa bernapas. Sama saja dengan melarang, tapi lewat jalur halus. Jalur dompet.
Marvin pun mengejek solusi di Italia. Katanya, itu bukan solusi. Itu cuma mengganti satu cara curang dengan cara curang lainnya.
Perseteruan ini bukan hanya di Eropa. Di Brasil, ceritanya mirip. Sempat gontok-gontokan di pengadilan, akhirnya Meta juga harus membuka pintu di sana.
Artikel Terkait
Layar HP Tecno Jadi Plong! Cara Mudah Hapus Tombol Navigasi dan Aktifkan Gestur
HDD Eksternal Terdeteksi tapi Tidak Terbaca? Ini 8 Cara Mengatasinya Tanpa Panik!
Jangan Dibuang! Cara Mudah Ubah Hard Drive Internal Jadi HDD Eksternal yang Serbaguna
Tutorial Kirim Aplikasi Lewat Bluetooth, Cara Cerdas Instal Apps Saat Sinyal Wi-Fi Hilang
Tutorial Brankas Pribadi OPPO, Cara Sembunyikan File dan Foto Tanpa Aplikasi