Rantai Pasok Efisien: Mau bikin komponen apa saja? Pabriknya tinggal sebelah rumah.
Talenta Meluber: Lulusan sains mereka jumlahnya jutaan tiap tahun.
Bahkan, tahun 2026 ini saja, mereka menargetkan lebih dari 50 pasien ikut uji coba. Jumlah uji klinis invasif mereka sekarang sudah setara dengan Amerika. Posisi kedua di dunia, tapi tarikannya makin kencang.
Asuransi dan Masa Depan
Satu hal yang bikin saya angkat topi: Keberanian eksekusi.
Di beberapa provinsi percontohan di sana, terapi BCI ini sudah masuk dalam skema asuransi kesehatan nasional. Gila, bukan? Belum juga teknologinya matang benar di seluruh dunia, mereka sudah siapkan payung ekonominya.
Nilai pasarnya? Tahun depan diprediksi tembus 5,58 miliar yuan. Atau sekitar Rp 12 triliun lebih. Uang semua itu.
Tentu tantangan masih ada. Mengubah riset laboratorium jadi alat medis yang aman itu bukan perkara gampang. Tapi melihat cara Tiongkok bekerja—yang sangat sat-set dan terstruktur—rasanya Amerika memang patut was-was.
Dulu kita bilang "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China." Sekarang mungkin pepatahnya bertambah: "Tanamlah chip sampai ke negeri China."
Apakah kita hanya akan jadi penonton? Atau hanya jadi pasar? Itu pertanyaan yang selalu mengganjal di hati saya setiap kali melihat kemajuan pesat di Utara sana.
Maling Digital, Serangan Ransomware Melejit - Tapi Korban Mulai Ogah Bayar Tebusan
Artikel Terkait
Monopoli Meta Digoyang, WhatsApp Izinkan Chatbot Pesaing Masuk Mulai Tahun Ini
Borong PC Sebelum Harga Gila, Krisis Chip Memori AI Mengancam Pasar Elektronik 2026
Hati-hati! Penjahat Siber Incar Pemudik Lewat Captcha Palsu dan Web Travel Bodong
Risih Diintai Google? Simak Panduan Lengkap Matikan Fitur Pelacakan di HP dan Laptop
Maling Digital, Serangan Ransomware Melejit - Tapi Korban Mulai Ogah Bayar Tebusan