Inilah era baru. Di mana platform besar tidak bisa lagi menjadi "diktator" di rumah sendiri. Regulator semakin galak. Konsumen mungkin senang, karena pilihan jadi banyak. Tapi bagi pemilik platform, ini adalah sakit kepala yang mahal harganya.
Zuckerberg sudah memberi celah. Walau celah itu masih harus ditebus dengan dollar yang tidak sedikit.
Kita lihat saja: apakah chatbot pesaing itu sanggup membayar "tiket masuk" ke WhatsApp, atau mereka akan mati pelan-pelan di depan pintu gerbang yang baru dibuka separuh itu.
7 Cara Cepat Mengatasi WhatsApp Pending Logo Jam, Chat Langsung Terkirim Tanpa Delay!