Tapi, teknologi saja tidak cukup. Kuncinya ada di kita sendiri. **Literasi digital** kita masih rendah, terutama soal keamanan data.
Kita sering kali terlalu terburu-buru. Begitu scan, langsung klik bayar. Padahal, mata kita harus jeli. Cek dulu nama *merchant* yang muncul di layar HP. Sama tidak dengan nama tokonya? Kalau ragu, tanya kasirnya.
Bank Indonesia sudah bikin aturan ketat. Semua penyedia jasa pembayaran harus diawasi. Tapi, pagar paling kuat tetaplah kewaspadaan kita sendiri.
Jangan sampai kemudahan digital malah jadi jalan tol buat para penipu. Tetap waspada. Periksa nama sebelum klik. Jangan biarkan "stiker maut" merampas hak para pedagang kecil dan rumah ibadah kita.
Begitulah.