Sulawesitoday - Zaman sudah berubah. Sekarang, kalau mau sedekah di masjid atau bayar bakso di pinggir jalan, tidak perlu lagi repot cari uang kembalian. Cukup buka HP. Klik aplikasi. Scan kode kotak-kotak hitam itu. **QRIS** namanya,.
Kemudahan ini luar biasa. Bayangkan, transaksi digital kita melonjak 160 persen dalam dua tahun terakhir. Bahkan, 91,4 persen pedagang yang pakai QRIS itu adalah pelaku UMKM. QRIS sudah jadi gaya hidup.
Tapi, di balik kemudahan itu, ada bahaya yang mengintai. Namanya **Quishing**. Singkatan dari *QR Phishing*,. Ini jahat sekali.
Modusnya sederhana tapi mematikan. Penipu hanya butuh satu hal: stiker. Mereka mencetak kode QR milik mereka sendiri, lalu ditempelkan di atas kode QR asli milik pedagang atau kotak amal masjid.
Anda mungkin ingat kejadian viral di Jakarta. Kode QRIS di kotak amal masjid diganti oleh orang tak dikenal. Niatnya mau sedekah ke masjid, malah masuk ke kantong pribadi penipu.
Kejadian serupa menimpa belasan pedagang di sekitar kampus Telkom University, Bandung. Ada sekitar 10 sampai 20 warung yang kena. Bayangkan perasaan pedagang kecil itu. Warungnya ramai, pembelinya banyak, tapi pas dicek saldo, kosong. Uangnya lari ke rekening atas nama "Banana Food".
Kasihan. Ada pedagang yang sampai tidak bisa belanja bahan baku untuk besoknya karena uangnya dimaling lewat stiker itu. Total kerugian akibat penipuan siber seperti ini mencapai Rp 2,5 triliun. Angka yang bikin geleng-geleng kepala.
Maling Digital, Waspada Modus QRIS Palsu Bisa Kuras Rekening Sampai Ludes!
Lalu, bagaimana solusinya?
Ada riset menarik dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Mereka menawarkan sistem **verifikasi lokasi**. Logikanya begini: kalau kode QR itu terdaftar di sebuah masjid di Jakarta Selatan, tapi ada transaksi yang terdeteksi dilakukan dari lokasi yang jauh—misalnya Medan—maka sistem harusnya curiga.
Dengan rumus matematika tertentu, yang disebut *Haversine formula*, sistem bisa menghitung jarak antara lokasi transaksi dan lokasi asli pedagang. Jika jaraknya lebih dari satu kilometer, transaksi langsung ditolak. Algoritma ini bisa jadi benteng pertahanan digital kita.
Bagi pedagang, ada saran yang sangat praktis. Jangan hanya pakai **QRIS Statis** yang berupa stiker tempel itu. Itu paling mudah diganti penipu. Lebih aman pakai **QRIS Dinamis**. Kodenya muncul di layar mesin kasir atau HP, unik untuk setiap pembeli, dan nominalnya sudah otomatis muncul.
Ada lagi teknologi keren: **Notifikasi Suara** atau *soundbox*. Jadi, begitu pembeli bayar, mesinnya langsung teriak: "Pembayaran berhasil sebesar 35 ribu rupiah". Kalau mesinnya diam saja, berarti uangnya masuk ke kantong orang lain.
Artikel Terkait
Maling Digital, Waspada Modus QRIS Palsu Bisa Kuras Rekening Sampai Ludes!
Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Begini Cara Akumulasi di Telkomsel, XL dan Indosat
Mengenal Bansos Berbasis Kuota Desa, Mengapa Tidak Semua Warga Miskin Otomatis Dapat?
Penerima Bansos Kini Dinamis, Ada yang Check-out dan Check-in Tiap Tiga Bulan
Kominfo Parigi Moutong Ajak Media Dorong Partisipasi Publik