• Selasa, 21 Juli 2026

Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Begini Cara Akumulasi di Telkomsel, XL dan Indosat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 10 Februari 2026 | 19:40 WIB
Kini sisa kuota internet tidak perlu hangus sia-sia berkat fitur akumulasi atau rollover dari berbagai operator seluler. Pahami syarat paketnya dan ikuti perkembangan gugatan di Mahkamah Konstitusi
Kini sisa kuota internet tidak perlu hangus sia-sia berkat fitur akumulasi atau rollover dari berbagai operator seluler. Pahami syarat paketnya dan ikuti perkembangan gugatan di Mahkamah Konstitusi

Sulawesitoday - Sayang. Sayang sekali. Uang sudah dibayarkan. Barang belum habis dipakai. Eh, tiba-tiba hilang begitu saja. Hangus. Begitulah nasib sisa kuota internet kita selama bertahun-tahun.

Tapi belakangan, angin mulai berubah. Tiba-tiba saja, para raksasa telekomunikasi kita mendadak jadi "baik hati".

Telkomsel, misalnya. Operator paling senior ini akhirnya merilis fitur "Akumulasi Kuota". Sisa kuota utama bulan ini tidak lagi dibuang ke tong sampah digital. Bisa dibawa ke bulan depan. 

Indosat pun setali tiga uang. Mereka sudah punya fitur *rollover*. Sisa kuota tidak hangus kalau kita berlangganan paket yang sama atau lebih mahal. XL Smart pun tidak mau ketinggalan dengan fitur akumulasi di paket Xtra Combo Flex.

Kenapa baru sekarang? Apakah ini karena mereka tiba-tiba sadar akan hak konsumen?

Mungkin ada hubungannya dengan "gempa" di Mahkamah Konstitusi (MK). Ada warga yang menggugat. Dia tidak terima kuota yang sudah dibeli lunas dipotong sepihak hanya karena masa aktif habis. 

Logikanya sederhana: kuota itu hak milik. Hak ekonomi. Kalau kita beli beras 10 kilo dan baru makan 5 kilo, sisa 5 kilonya kan tidak boleh disita oleh toko beras.

Gugatan itu masuk tanggal 14 Januari 2026. Ajaibnya, hanya selang 16 hari kemudian, fitur akumulasi itu muncul. Begitu cepat. Begitu responsif. Sampai-sampai ada yang curiga ini jurus "penjinakan" agar hakim MK melihat masalah sudah selesai lewat mekanisme pasar.

Padahal, masalahnya belum benar-benar selesai.

Coba perhatikan detailnya. Fitur akumulasi itu tidak untuk semua orang. Telkomsel hanya memberikannya untuk paket Simpati #TerbaikUntukmu. Harganya? Paling murah Rp30.000 untuk 3 GB. 

Lalu bagaimana dengan rakyat kecil yang hanya mampu beli paket harian atau mingguan yang lebih murah? Jawabannya jelas: tetap hangus. 

Inilah yang dikritik sebagai "diskriminasi digital". Seolah-olah hanya mereka yang berduit yang berhak atas keadilan kuota. 

Pemerintah sendiri, lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), posisinya masih di tengah. Mereka bilang praktik hangusnya kuota itu sah-sah saja. Asalkan transparan. Alasannya teknis: beban jaringan atau *network congestion*. 

Operator juga beralasan mereka harus membayar *bandwidth* ke penyedia jaringan setiap bulan. Jadi, kalau kuota tidak hangus, hitung-hitungan bisnisnya bisa berantakan. Harga layanan bisa naik.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini