Sulawesitoday - Pada Kamis (20/02/2025), Istana Negara menjadi saksi pergantian kepemimpinan di Sulawesi Tengah. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Anwar Hafid sebagai Gubernur dan Reny A Lamadjido sebagai Wakil Gubernur untuk periode 2025-2030.
Acara ini, yang dihadiri oleh ratusan kepala daerah, mencerminkan kepercayaan masyarakat setelah Pilgub Sulteng 2024 yang usai berlangsung dengan penuh dinamika.
Pasangan pemenangan meraih 724.518 suara, unggul dari pesaing-pesaingnya yang memperoleh 621.693 dan 263.950 suara.
Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi bukti legitimasi demokrasi, melainkan juga momentum bagi transformasi menyeluruh.
Dalam sambutannya, kedua pemimpin menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan berbagai inovasi di sektor pendidikan, infrastruktur, ketahanan pangan, industri, kesehatan, dan reformasi birokrasi.
Di bidang pendidikan, visi mereka adalah mewujudkan wajib belajar 13 tahun, dari PAUD hingga SMA/SMK, serta memberikan akses yang lebih mudah bagi 6.098 siswa putus sekolah melalui program paket C.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga akan ditunjang dengan pemberian beasiswa bagi guru, dosen, dan mahasiswa berprestasi, serta peningkatan mutu pondok pesantren dengan dukungan hibah.
Transformasi infrastruktur publik menjadi agenda prioritas selanjutnya. Pembangunan Jalan Tol Tambu-Kasimbar dan Parigi-Palu diharapkan mempercepat konektivitas antar wilayah.
Selain itu, pembangunan 1.000 km jalan desa dan jembatan penghubung antar pulau akan memudahkan akses komunikasi, khususnya di daerah 3T.
Proyek Palu Bisnis Center dan fasilitas olahraga di setiap kabupaten turut direncanakan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Dalam sektor ketahanan pangan, pemerintah daerah akan mengembangkan kawasan agropolitan di Buol, Tolitoli, Donggala, dan Parigi Moutong, serta memanfaatkan lahan negara kosong untuk perkebunan sawit rakyat.
Pembangunan Kawasan Pangan Nasional dengan sistem resi gudang dan pelatihan penyuluh pertanian berbasis teknologi diharapkan dapat mendongkrak produksi dan distribusi pupuk bersubsidi.
Sementara itu, program industri dan ketenagakerjaan akan fokus pada penguatan KEK Palu sebagai pusat pengolahan nikel, pemberian jaminan sosial, dan pinjaman tanpa bunga bagi buruh melalui koperasi.
Artikel Terkait
Aksi Unjuk Rasa Indonesia Gelap di Patung Kuda, Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran dan MBG
Unjuk Rasa Emak-Emak di Jakarta Pusat, Tolak Kebijakan yang Tak Berpihak
Mahasiswa Demo Indonesia Gelap Ricuh, Tarik Barrier Beton demi Akses ke Istana Negara
Politisi Golkar Nurul Arifin: Demo Indonesia Gelap Efektif Sebagai Alat Waspada, Tapi Harus Konstruktif
Warga Lapor Dugaan Penyimpangan Program Desa di Sama Bahari, Ungkap 13 Tuntutan