Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong mengukir langkah strategis dalam modernisasi administrasi pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat telah menetapkan penerapan sistem Elektronik Ijazah (E-Ijazah) pada tahun ajaran 2025/2026.
Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Digital, sebagai upaya memajukan transformasi digital dalam sektor pendidikan.
Dalam sistem baru ini, E-Ijazah akan disajikan melalui aplikasi khusus yang memfasilitasi format digital, menggantikan ijazah fisik dan blangko konvensional yang selama ini digunakan.
Inovasi ini tak hanya menyederhanakan proses administrasi, namun juga meningkatkan keamanan dan keakuratan data melalui penerapan nomor seri nasional yang berbeda dari nomor register tradisional.
Syarat utama bagi siswa yang akan menerima E-Ijazah adalah keharusan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik); ketidakadaan data dalam Dapodik berarti ketidakmampuan memperoleh nomor seri nasional serta dokumen resmi tersebut.
Disdikbud Parigi Moutong telah menggelar serangkaian validasi dan verifikasi data siswa di 423 satuan pendidikan yang tersebar di wilayahnya.
Namun, perjalanan menuju digitalisasi ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa sekolah menghadapi kendala administratif terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa yang masih perlu diselesaikan agar sistem dapat berjalan optimal.
Sementara aplikasi pendukung E-Ijazah telah tersedia, proses penyaluran secara teknis masih menunggu petunjuk lanjutan dari Kementerian Pendidikan.
Langkah transformasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan dokumen akademik.
Implementasi sistem E-Ijazah menjadi cerminan dari komitmen pemerintah daerah dalam menyongsong era digital, sekaligus menyesuaikan diri dengan standar nasional yang lebih modern.
Baca Juga: Revisi UU TNI 2025: Modernisasi atau Langkah Mundur Demokrasi?
Para pihak yang terlibat optimis bahwa kendala teknis dan administratif akan segera diatasi, sehingga proses peralihan menuju sistem digital dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Dengan demikian, transformasi administrasi pendidikan di Parigi Moutong tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk mendukung mutu pendidikan di tengah arus globalisasi dan revolusi industri 4.0.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Artikel Terkait
Polda Sulteng Gelar Shalat Ghoib, Doa Mengiringi Penghormatan untuk Tiga Pahlawan
IHSG Anjlok 6,12 Persen: Isu Mundurnya Sri Mulyani dan Kekhawatiran BUMN Guncang Pasar Modal
PHK Massal di Awal Era Prabowo: Janji 19 Juta Lapangan Kerja Tertukar Krisis Industri
Gemppar Tegaskan Pengorbanan Pemekaran Parigi Moutong Tak Bisa Diabaikan
Revisi UU TNI 2025: Modernisasi atau Langkah Mundur Demokrasi?