• Selasa, 21 Juli 2026

AS Kirim Kapal Induk Terbesarnya ke Mediterania, Perang Iran-Israel Memanas

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 19 Juni 2025 | 09:32 WIB
Kedatangan USS Gerald R. Ford di Mediterania bukan cuma rotasi rutin. Ini unjuk kekuatan AS, sinyal kuat ke Iran saat tensi Israel-Palestina memuncak.
Kedatangan USS Gerald R. Ford di Mediterania bukan cuma rotasi rutin. Ini unjuk kekuatan AS, sinyal kuat ke Iran saat tensi Israel-Palestina memuncak.

Sulawesitoday - Washington memamerkan otot militernya di Laut Tengah. Pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford tak sekadar rotasi biasa, namun sebuah pesan tegas di tengah kian membara'nya tensi Iran dan Israel, meramaikan gejolak di perairan yang makin pekat.

Amerika Serikat belakangan ini memutuskkan mengirimkan kapal induk terbarunya, USS Gerald R. Ford, ke wilayah Mediterania. Keputusan ini, yang secara formal disebut sebagai bagian dari rotasi rutin armada Angkatan Laut AS, mencuat di tengah pusaran eskalasi konflik antara Iran dan Israel.

Momentum pengerahan raksasa laut ini seolah menjadi pemantik baru, menambah bara pada api yang sudah berkobar.

USS Gerald R. Ford, bukan sembarang kapal. Ia adalah kapal induk terberat dan tercanggih milik Angkatan Laut AS, membelah air dengan bobot lebih dari 100.000 ton dan biaya pembangunannya yang membengkak hingga 13 miliar dolar AS.

Sebuah "kota terapung" yang membawa sekitar 75 hingga 90 unit pesawat tempur, mulai dari F/A-18 hingga F-35, dikawal ketat oleh gugus tempur lengkap yang terdiri dari kapal perusak dan kapal penjelajah. Kehadiran bendabesar ini tentu saja bukan tanpa tujuan.

Laporan dari beberapa media di negeri Paman Sam menyebut, pengiriman "Benteng Terapung" ini membuka opsi tambahan bagi Amerika Serikat untuk menakar kemungkinan meluasnya pertarungan antara Iran dan Israel.

Apalagi, AS sudah punya dua kapal induk lain yang siap siaga di kawasan, yaitu USS Carl Vinson dan USS Nimitz. Ini seperti menambah gerbong di kereta api yang sudah panjang.

Meski pejabat militer AS bersikeras bahwa pengerahan ini sekadar untuk "memperkuat stabilitas keamanan regional" dan memberi "jaminan" kepada sekutu dan mitranya, sebagian analis melihat lain.

Langkah ini tak lebih dari sebuah sinyal kuat nan terselubung bagi Iran. Ancaman serangan lanjutan terhadap Israel, yang selalu mengintai, kini berhadapan dengan tameng baja yang mengambang. Sebuah permainan catur geopolitik yang semakin rumit.

Hingga saat ini, Teheran belum mengeluar'kan tanggapan resmi terkait kehadiran USS Gerald R. Ford. Namun, satu hal yang pasti: situasi di kawasan Mediterania diprediksi akan terus menegang.

Baca Juga: Suntik Mati Saber Pungli, Prabowo Anggap Mandul, Pilih Jurus Baru

Api konflik yang belum padam di antara Israel dan Palestina, serta ancaman yang saling berbalas, membuat perairan ini menjadi kancah perhatian dunia.

Pengerahan perangkat keras militer Amerika ini, secara tidak langsung, memperkeruh air, menjadikan Mediterania sebagai simpul krisis yang semakin kompleks.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini