Sulawesitoday - Tangis haru pecah. Keluarga Dwi Nurmas akhirnya bisa bernapas lega setelah hampir sepekan diselimuti kekhawatiran mencekam. Bilqis Ramdhani, balita 4 tahun yang menghilang misterius dari Taman Pakui Sayang, Makassar, ditemukan selamat di Provinsi Jambi pada Sabtu malam, 8 November 2025. Drama pencarian yang sempat memicu spekulasi publik ini berakhir dengan pengungkapan mengejutkan: sang anak diduga dijual oleh penculiknya.
Pagi itu terasa biasa. Minggu, 2 November 2025, Dwi mengajak putrinya berolahraga di kawasan Jalan AP Pettarani. Bilqis bermain riang di playground. Ayahnya sibuk bermain tenis. Jarak keduanya tak sampai 50 meter. Namun dalam hitungan menit, dunia Dwi runtuh—Bilqis lenyap tanpa jejak.
Kepanikan langsung merebak. Keluarga dan petugas taman segera menyisir area. Polisi dipanggil. Pencarian dimulai dari sudut ke sudut taman. Namun bocah berkuncir dua itu seakan ditelan bumi. Sore harinya, laporan resmi masuk ke Polrestabes Makassar. Kasus hilangnya anak di tempat publik ini kemudian menjadi sorotan media lokal dan nasional.
Selama enam hari, keluarga Nurmas hidup dalam ketidakpastian. Media sosial dipenuhi seruan bantuan pencarian. Foto Bilqis beredar luas. Masyarakat Makassar ikut resah. Di rumah keluarga di Jalan Pelita 2, Kecamatan Rappocini, suasana senyap mencekam. Setiap bunyi telepon menjadi harapan sekaligus ketakutan.
Apakah Rekaman CCTV Menjadi Kunci Pengungkapan Kasus?
Titik terang muncul dari teknologi. Rekaman CCTV area taman menangkap momen krusial. Seorang perempuan tampak menggandeng Bilqis keluar dari playground menuju Jalan Pelita Raya. Waktu menunjukkan pukul 10:47 WIB. Video berdurasi 23 detik itu menjadi petunjuk vital bagi tim penyidik.
"Iya, benar, itu anak saya," kata Dwi saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 5 November 2025. Suaranya bergetar menahan emosi. "Satu dari tiga anak dalam video itu adalah Bilqis. Saya tidak kenal siapa yang membawanya." Pengakuan itu menjadi bukti bahwa Bilqis dibawa oleh orang asing.
Polisi segera melacak pergerakan tersangka. Analisis footage diperdalam. Pakaian pelaku dicermati. Rute keluar dari taman dipetakan. Tim cyber melacak jejak digital. Berdasarkan penelusuran, pelaku diduga beraksi sendirian sebelum membawa Bilqis ke luar kota menggunakan transportasi darat—kemungkinan bis antar provinsi.
Kerja keras tim investigasi membuahkan hasil. Setelah penelusuran intens melibatkan koordinasi antar provinsi, Bilqis akhirnya ditemukan di sebuah lokasi di Jambi. Sabtu malam, keluarga Nurmas menerima kabar gembira lewat panggilan video dari pihak kepolisian. Bilqis tampak sehat. Tidak ada luka fisik. Tangis bahagia menggantikan tangis kekhawatiran.
Bagaimana Pengakuan Mengejutkan Pelaku Penculikan?
Fakta paling mencengangkan terungkap kemudian. Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, Minggu, 9 November 2025, sosok perempuan yang diduga pelaku memberikan pengakuan menggetarkan. Dengan wajah tertunduk, ia mengakui telah menjual Bilqis kepada pihak lain.
"Saya jual tiga juta, Pak," ucap terduga pelaku dalam video tersebut. Suaranya datar. Tanpa penyesalan yang kentara. Angka tiga juta rupiah—harga yang sangat murah untuk menggambarkan nyawa seorang anak—membuat publik murka. Komentar di media sosial membanjir. Banyak menuntut hukuman maksimal.
Pengakuan ini membuka pintu investigasi lebih luas. Polisi mulai menduga adanya jaringan perdagangan anak di balik kasus ini. Siapa pembeli yang dimaksud? Apakah ada sindikat terorganisir? Pertanyaan-pertanyaan itu kini menjadi fokus penyidikan lanjutan. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memastikan penyelidikan terus bergulir.
"Hari Senin saya rilis. Termasuk detail pengungkapannya dan jumlah tersangka semuanya," tegas Arya dalam pernyataan resminya, Sabtu, 8 November 2025. Janji itu memberikan harapan bahwa keadilan akan ditegakkan. Bahwa jaringan gelap ini akan dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Artikel Terkait
DPRD Parigi Moutong Godok Revisi RTRW, Mitigasi Bencana Jadi Pilar Utama
Jejak Dugaan Mafia Lahan Lippo Group, Dari Serobot Tanah JK hingga Meikarta yang Mangkrak
BMKG Ingatkan Warning Badai La Nina November 2025-Maret 2026, Curah Hujan Meningkat, Risiko Banjir dan Longsor
Pemetaan Zona Pembangunan Baru dalam Revisi RTRW yang Digodok DPRD Parigi Moutong – Antara Peluang dan Kewaspadaan
Revisi RTRW yang Jadi Atensi DPRD Parigi Moutong Tangkap Peluang Pertumbuhan, Tapi Isu Kawasan Agraria dan Lingkungan Mengemuka