• Kamis, 4 Juni 2026

Pengungsi Pria di Aceh Rela Pakai Daster dan Hijab, Bantuan Pakaian Didominasi untuk Wanita

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 10 Desember 2025 | 20:24 WIB
Pengungsi pria Aceh rela pakai daster dan hijab karena bantuan pakaian mayoritas untuk wanita. 391 jiwa meninggal, 138,5 ribu rumah rusak.
Pengungsi pria Aceh rela pakai daster dan hijab karena bantuan pakaian mayoritas untuk wanita. 391 jiwa meninggal, 138,5 ribu rumah rusak.

SulawesitodayBanjir bandang Aceh belum usai. Lebih sepekan berlalu sejak tragedi November 2025 menghantam Provinsi Aceh, para penyintas masih bertahan di tengah keterbatasan. Posko pengungsian kini menjadi rumah sementara ribuan jiwa. Air bersih langka. Listrik padam. Namun, di balik nestapa itu, muncul cerita unik yang viral di media sosial.

Seorang pria paruh baya tampil berani. Daster dan kerudung hitam melekat di tubuhnya. Bukan gaya hidup baru. Bukan pula lelucon semata. Ini soal bertahan hidup.

Mengapa Pengungsi Pria Kenakan Pakaian Wanita?

Rekaman video yang tersebar luas di Instagram menampilkan sosok tak biasa. Pria itu berdiri di dekat tungku api. Daster menutupi tubuhnya. Hijab hitam melingkari kepalanya. Tanpa rasa malu, ia berbicara terus terang.

"Terima kasih bantuan kalian saudaraku," ucapnya seperti dikutip dari akun @undercover.id, Rabu, 10 Desember 2025.

Ia mengaku sangat bersyukur. Bantuan memang datang. Namun mayoritas berupa pakaian wanita. Daster dan hijab mendominasi kiriman. Baju pria? Nyaris tak ada.

"Alhamdulilah, bantuan sudah kami terima, tapi kebanyakan baju daste dan hijab," jelasnya di hadapan kamera.

Malam di pengungsian sangat dingin. Angin gunung menembus tenda darurat. Para pria tak punya pilihan. Mereka harus menghangatkan tubuh. Gengsi? Itu bisa disingkirkan nanti.

"Terpaksa kami pakai, terima kasih kepada donatur," lanjut pria yang identitasnya belum diketahui itu.

Bagaimana Kondisi Pengungsi Saat Ini?

Minimnya bantuan yang tepat sasaran memperlihatkan celah koordinasi. Pengungsi banjir bandang Aceh kini tersebar di berbagai titik. Aceh Tamiang mencatat jumlah tertinggi. Sebanyak 252,6 ribu jiwa mengungsi di wilayah itu. Disusul Aceh Utara dengan 238,5 ribu pengungsi.

Mereka kehilangan segalanya. Rumah hancur tersapu arus. Hewan ternak mati tenggelam. Keluarga hilang ditelan lumpur. Harta benda lenyap seketika.

Di posko-posko pengungsian, fasilitas sangat terbatas. Air bersih harus antre. Listrik hanya hidup beberapa jam. Jaringan komunikasi terputus. Bantuan pemerintah dan relawan menjadi satu-satunya harapan bertahan.

Berapa Korban Jiwa Banjir Bandang Aceh?

Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka mengejutkan. Per Rabu, 10 Desember 2025, sebanyak 391 orang dinyatakan meninggal dunia. Angka itu terus bertambah seiring tim SAR menemukan korban baru.

Sementara 31 jiwa masih hilang. Pencarian terus dilakukan meski medan berat. Arus sungai masih deras. Lumpur mengendap tebal. Reruntuhan rumah menghalangi akses.

Korban luka-luka mencapai 4,3 ribu orang. Sebagian dirawat di rumah sakit darurat. Sebagian lagi hanya mendapat pertolongan pertama di posko kesehatan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini