Setelah itu, pihak toko diduga meminta uang jaminan tambahan sebesar Rp3,5 juta. AP menurut. Lalu muncul permintaan lagi. Dan lagi. Total uang yang sudah ditransfer AP — mencapai Rp10 juta. Sementara HP yang dijanjikan tak pernah datang.
"Pelaku pun mentransfer, dan terus dimintai lagi sampai kerugian pelaku sampai Rp 10 juta."
Demikian penjelasan Poltak dalam keterangannya, Minggu, 19 April 2026.
Datang ke Toko, Tak Temukan Titik Terang
Rupanya, AP sempat berupaya menyelesaikan masalah ini secara langsung. Ia mendatangi toko. Meminta penjelasan. Meminta pengembalian uang.
Tapi tak ada titik terang.
Rasa kesal yang menumpuk — ditambah keyakinan bahwa dirinya telah ditipu — mendorong AP mengambil tindakan ekstrem. Ia kembali ke toko. Kali ini, dengan parang tersimpan di dalam tasnya.
"Karena merasa kesal handphone yang sudah dipesan tidak kunjung datang, tidak dikirim oleh pihak toko hp ke pelaku. Pelaku datang ke toko untuk meminta balik uang yang telah dikirimnya dan langsung melakukan pengancaman."
Begitu Poltak menggambarkan kronologi kejadian.
Dua Sisi Masalah yang Sama Rumitnya
Insiden ini menyisakan dua persoalan yang sama-sama pelik.
Pertama, soal AP sendiri. Apapun alasannya — merasa ditipu, merasa dirugikan, merasa tidak berdaya — menyandera orang dengan sajam adalah tindakan pidana. Tak ada ruang tawar soal itu.
Kedua, soal dugaan penipuan berkedok promo yang dilaporkan AP. Jika terbukti, praktik semacam ini — promo harga tak masuk akal di media sosial, lalu meminta uang tambahan berlapis-lapis — bukan hanya merugikan satu orang. Ini adalah modus yang sudah terlampau sering memakan korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari kepolisian setempat mengenai status hukum pihak toko maupun nasib laporan dugaan penipuan yang disebut AP. Penyelidikan tampaknya masih berjalan.
Selat Hormuz Ditutup Lagi Kurang dari 24 Jam Setelah Dibuka oleh Iran
Artikel Terkait
Update Harga Gas Elpiji 3kg, 5,5kg dan 12kg Per April 2026: Jawa, Sulawesi Hingga Papua
Resmi Naik 18 April! Cek Harga Baru Pertamax Turbo dan Dex, Pertamax 92 Masih Harga Lama
Selat Hormuz Ditutup Lagi Kurang dari 24 Jam Setelah Dibuka oleh Iran
Travel Umroh di Majene Ini Tawarkan Paket Sekali Bayar Ibadah Berkali-kali
Populasi Sapu-sapu Meledak di Sungai Jakarta, Ekosistem dan Turap Terancam