Sulawesitoday - Gedung DPRD Sulawesi Tengah riuh oleh perdebatan regulasi dan mekanisme anggaran program Berani Cerdas.
Namun bagi Mey Mulyana, program beasiswa ini bukan sekadar lembaran angka di atas kertas kebijakan.
Mahasiswi Hukum Universitas Tadulako ini merasakan langsung bagaimana negara hadir saat dirinya nyaris tumbang.
Mey kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang berdekatan di tengah masa perkuliahan.
Baca Juga: Luka di Balik Senyum, Kisah Istri Pertama yang Mendampingi Akad Poligami
"Selama anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama pendidikan, itu adalah hak rakyat yang patut diperjuangkan," kata Mey pada Selasa kemarin.
Dukungan finansial ini menjadi satu-satunya alasan ia masih bisa menata masa depan yang sempat retak.
Publik melihat alokasi anggaran pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda di Sulawesi Tengah.
Program ini dinilai mampu menjaga asa mahasiswa yang terhimpit kesulitan ekonomi keluarga.
Banyak mahasiswa di kampus Untad merasa terbantu dengan bantuan biaya kuliah yang cair secara berkala. Peluang meraih gelar sarjana kini tak lagi jadi mimpi yang terllau jauh bagi mereka.
Sebelumnya, sejumlah anggota dewan memberikan catatan kritis terkait kesiapan regulasi program Berani Cerdas.
Baca Juga: Ambulans YDSF Dihadang Pemotor di Surabaya, Lawan Arus Hingga Pukul Kap Mobil
Masukan tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan agar tetap sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Mey berharap kebijakan yang mendukung akses pendidikan ini tidak terhenti karena urusan administratif.
Artikel Terkait
Maut di Ekor Commuter Bekasi, Cerita Kelam dari Gerbong Wanita
Kala Green SM Indonesia Bungkam: Taksi Tergeletak, Penumpang Menanggung Petaka
Diplomasi Durian Hingga Hilirisasi, Parigi Moutong Intip Peluang di Gorontalo
Ambulans YDSF Dihadang Pemotor di Surabaya, Lawan Arus Hingga Pukul Kap Mobil
Luka di Balik Senyum, Kisah Istri Pertama yang Mendampingi Akad Poligami