Sulawesitoday - Dua pria tergeletak tak berdaya di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara hingga Kamis pagi 30 April 2026. Tubuh mereka penuh luka dan belum satu pun anggota keluarga yang datang menjenguk.
Keduanya merupakan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta saat waktu subuh tadi. Seorang warga bernama Ratna Madung mengabarkan kejadian ini melalui media sosial pada pukul 06.27 WITA.
Kondisi kedua korban dilaporkan sangat kritis dan terus mengalami muntah darah. Alat bantu pernapasan kini terpasang demi menyambung nyawa yang sedang diujung tanduk.
Baca Juga: Tarung Argumen Gerbong Perempuan, KAI Tolak Usul Menteri PPPA
"Sampai sekarang belum ada keluarga yang mengonfirmasi identitas mereka," tulis Ratna dalam unggahannya. Upaya pencarian kerabat melalui jagat maya terus dilakukan sejak pagi buta.
Salah satu korban mengenakan kaos biru tua dengan tulisan merah pada bagian dada. Rambutnya hitam pendek dengan guratan kumis tipis di wajah yang penuh luka.
Hingga pukul 08.13 WITA, pihak rumah sakit masih melakukan penanganan intensif secara maksimal. Namun, ketiadaan identitas menghambat proses administrasi dan pendampingan medis yang lebih jauh.
Baca Juga: Tragedi Bekasi Timur, Saat Dirut KAI Menunduk di Hadapan Gerbong yang Hancur
Luka serius di bagian kepala membuat korban tetap tidak sadarkan diri sejak dievakuasi warga. "Keduanya butuh penanganan lanjutan dan verivikasi dari pihak keluarga segera," tambah keterangan dalam informasi tersebut.
Masyarakat diharapkan segera mengecek anggota keluarga yang belum kembali ke rumah sejak semalam. Pihak RS Bhayangkara membuka pintu seluas-luasnya bagi warga yang merasa mengenali ciri-ciri fisik korban.
Penyebaran informasi secara masif menjadi harapan terakhir agar identitas pria malang ini segera terungkap. Pendampingan keluarga sangat dibutuhkan dalam masa-masa kritis seperti sekarang ini.
Artikel Terkait
Ambulans YDSF Dihadang Pemotor di Surabaya, Lawan Arus Hingga Pukul Kap Mobil
Luka di Balik Senyum, Kisah Istri Pertama yang Mendampingi Akad Poligami
Kesaksian Yatim Piatu di Balik Riuh Debat Beasiswa Berani Cerdas Sulteng
Tragedi Bekasi Timur, Saat Dirut KAI Menunduk di Hadapan Gerbong yang Hancur
Tarung Argumen Gerbong Perempuan, KAI Tolak Usul Menteri PPPA