• Senin, 22 Juni 2026

Laga Koboi Kopka Sujarwo: Lawan Arus, Gebrak Ambulans - Lalu Berujung Sungkem

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 30 April 2026 | 11:27 WIB
Kopka Sujarwo akhirnya meminta maaf setelah viral cegat ambulans di Surabaya. Perselisihan berakhir damai, namun citra TNI jadi taruhan.
Kopka Sujarwo akhirnya meminta maaf setelah viral cegat ambulans di Surabaya. Perselisihan berakhir damai, namun citra TNI jadi taruhan.

Sulawesitoday - Kopka Sujarwo berdiri takzim di kantor Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya, Rabu pekan lalu. Raut wajahnya tak selantang aksinya saat menggebrak bodi ambulans di Jalan Bengawan.

Senin petang itu, Sujarwo diduga nekat melawan arus dengan sepeda motornya. Di depannya, sebuah ambulans yang dikemudikan Varhan Aditya sedang membelah kemacetan demi nyawa pasien.

Bukannya memberi jalan, oknum anggota TNI Angkatan Laut itu malah meradang. Ia sempat menggebrak kendaraan prioritas tersebut hingga videonya viral di jagat maya.

Baca Juga: Kesaksian Pilu Korban Tragedi Bekasi Timur: Saya Pikir Saya Meninggal

Netizen bereaksi keras melihat arogansi yang mencoreng seragam loreng tersebut. "Minta maaf gampang Pak, tapi memulihkan kepercayaan masyarakat itu susah," tulis seorang warga net di kolom komentar.

Sadar posisinya terjepit, Sujarwo hadir ke kantor YDSF didampingi istri dan komandannya. Ia datang untuk mencuci dosa atas tindakan temperamentalnya dua hari sebelumnya.

Di ruang pertemuan yang sejuk, ia mengakui segala kekhilafannya di aspal jalanan. "Saya meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," ujar Sujarwo dengan nada rendah.

Pihak ambulans menyambut itikad baik tersebut dengan tangan terbuka. Meski damai tercapai, noda arogansi di tengah macetnya Surabaya terlanjur membekas di ingatan publik.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Jalan Soekarno Hatta Kota Palu, Dua Korban Kritis Belum Dijenguk Keluarga

Varhan Aditya selaku sopir memilih memaafkan demi menyudahi polemik panjang. Baginya, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama di atas ego penguna jalan.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi para pemegang setir di kota pahlawan. Bahwa sirine ambulans bukan sekadar kebisingan, melainkan instruksi undang-undang yang wajib dipatuhi.

Hingga berita ini diturunkan, tensi di media sosial perlahan mereda meski kritik tetap mengalir. Disiplin prajurit kembali diuji justru saat mereka berada di luar medan laga.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini