Kepemimpinan seorang Kapolres tidak diuji dari seberapa banyak baliho imbauan yang dipasang di pinggir jalan. Tapi dari ketegasannya memotong "kanker" di dalam tubuh satuannya sendiri.
Hingga tajuk ini ditulis, AKBP Hendrawan belum memberikan tanggapan resmi. Diamnya Kapolres tentu menambah ruang tanya di kepala publik.
Masyarakat Parigi Moutong sudah kenyang dengan janji manis. Mereka tidak butuh komitmen di atas rilis berita. Mereka butuh tindakan konkret. Bersihkan alat berat dari bumi Parimo tanpa tebang pilih. Sanksi tegas oknum yang terlibat.
Jika AKBP Hendrawan tidak mampu mendisiplinkan rumah tangganya sendiri, sudah saatnya Kapolda Sulawesi Tengah mengambil alih. Evaluasi total jabatan Kapolres Parimo. Jangan biarkan marwah institusi Polri tenggelam dalam kubangan lumpur tambang ilegal. Rapornya sudah merah. Jangan tunggu sampai hitam pekat. (Rafii)
Artikel Terkait
Tiga Koperasi Merah Putih Parigi Moutong Resmi Beroperasi, Bupati Erwin Burase Siap Buktikan Desa Tidak Lemah
Dugaan Alat Berat Andre Bebas Mengeruk Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Seret Nama Kasat Reskrim
Viral Petugas SPBU Toboli Sulteng Tantang Warga Viralkan Usai Diduga Curangi Takaran Pertalite
Pelarian Pelaku Penyekapan Mahasiswi Kaltara Berakhir di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Usai Buron Keluar Sulawesi
Tolak Tambang di Parigi Moutong, Kades Posona Pilih Emas di Atas Tanah