Sulawesitoday - Bahasa Tialo di Kabupaten Parigi Moutong berpeluang besar lepas dari rumpun bahasa Dondo Toli-Toli.
Balai Bahasa sedang melakukan kajian mendalam untuk menetapkan bahasa dari wilayah Tomini sampai Moutong ini berdiri sendiri.
"Ada rangkaian pertanyaan dari Balai Bahasa dan hasilnya memang berbeda jauh," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Enang Pandake, Selasa, 19 Mei 2026.
Pemerintah daerah mengkhawatirkan kepunahan bahasa ibu pada generasi masa depan jika tidak ada upaya penyelamatan yang konkret.
Baca Juga: Disdikbud Parimo dan Balai Bahasa Berjuang Patenkan Bahasa Tialo di Peta Nasional
Penelitian lapangan sudah berjalan dengan mengumpulkan kosakata langsung dari para tokoh penutur asli.
Tim peneliti bahkan harus turun langsung ke wilayah Tomini demi mendapatkan dialek Tialo yang masih sangat halus.
Proses pemisahan ini masih harus melewati beberapa tahapan formal lagi sebelum resmi ketuk palu.
Keputusan final nantinya berada di tangan Kongres Bahasa untuk menentukan status mandiri bagi rumpun baru ini.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung di sekolah.
Baca Juga: Disdikbud Parimo Garap PPKD Terbaru, Targetkan Kebijakan Budaya Tepat Sasaran
Pemerintah daerah menerbitkan buku daur hidup masyarakat Tialo tahun ini sebagai langkah penyelamatan identitas.
Langkah penulisan literatur lokal seperti ini bukan hal baru karena sebelumnya suku Kaili dan Tajio sudah tuntas.
Publik tidak ingin kehilangan jati diri budaya asli yang menjadi kekayaan daerah.
Artikel Terkait
Disdikbud Parigi Moutong Sebut Coding AI Jadi Prioritas 2025, Evolusi Digital Guru
18 Siswa SDK Toboli Barat Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Disdikbud Parigi Moutong Belum Terima Laporan Resmi
Disdikbud Parimo Desak Pusat, Sarana SD Wilayah Terpencil Butuh Perhatian Serius
Disdikbud Parimo Garap PPKD Terbaru, Targetkan Kebijakan Budaya Tepat Sasaran
Disdikbud Parimo dan Balai Bahasa Berjuang Patenkan Bahasa Tialo di Peta Nasional