Program strategis lain yang berjalan tahun ini adalah pelatihan guru khusus bahasa daerah.
Para pengajar dipersiapkan untuk mengisi ruang kelas di satuan pendidikan masing-masing.
"Saat ini masih sebatas muatan lokal, belum masuk kurikulum resmi," kata Enang di ruang kerjanya.
Kendala anggaran membuat penerapan sistem ini baru bisa berjalan bertahap di wilayah setempat.
Penguatan regulasi terus digodok demi menyokong implementasi aturan di lapangan.
Pemerintah daerah sudah mengantongi peraturan daerah tentang penyelenggaraan kebudayaan sebagai payung hukum utama.
Aturan hukum tersebut nantinya bakal diperkuat lagi lewat penerbitan peraturan bupati.
Target besar dalam lima tahun ke depan adalah memasukkan seluruh bahasa daerah ke dalam kurikulum wajib.
Parigi Moutong memiliki empat rumpun suku besar yaitu Kaili, Tajio, Tialo, dan Lauje.
Semua bahasa ibu dari keempat suku besar tersebut harus mendapat porsi setara di sekolah.
Artikel Terkait
Disdikbud Parigi Moutong Sebut Coding AI Jadi Prioritas 2025, Evolusi Digital Guru
18 Siswa SDK Toboli Barat Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Disdikbud Parigi Moutong Belum Terima Laporan Resmi
Disdikbud Parimo Desak Pusat, Sarana SD Wilayah Terpencil Butuh Perhatian Serius
Disdikbud Parimo Garap PPKD Terbaru, Targetkan Kebijakan Budaya Tepat Sasaran
Disdikbud Parimo dan Balai Bahasa Berjuang Patenkan Bahasa Tialo di Peta Nasional