Sulawesitoday - Gedung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara mendadak mencekam saat demonstrasi mahasiswa berujung bentrok fisik yang terekam kamera hingga viral.
"Pihak Kejati menghalangi media," teriak seorang perekam video saat melihat petugas menyeret paksa massa aksi masuk ke dalam kantor.
Rekaman amatir itu memperlihatkan tindakan kasar oknum pegawai mulai dari menarik pakaian hingga menjambak rambut demonstran.
Baca Juga: Nelayan Morowali Menjerit Jatah Solar Subsidi di SPBU Emea Dipangkas, Ini Modusnya
Ketegangan makin memuncak ketika satu per satu mahasiswa nekat memanjat pagar besi demi menembus barikade pengamanan gedung utama.
Pihak kejaksaan langsung membantah tudingan bertindak semena-mena karena mereka mengklaim hanya merespons tindakan anarkis massa.
"Massa terlebih dahulu melempar batu dari luar pagar hingga membuat kepala personel kami mengalami luka robek," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulawesi Tenggara Irwan.
Petugas di lapangan terpaksa melakukan penghalauan ketat lantaran para demonstran terus merangsek maju dan mengabaikan peringatan.
Saling dorong yang tidak terhindarkan di area halaman tengah membuat situasi tidak terkendali hingga beberapa aparat terjatuh.
Penyelidikan internal kini berjalan demi memastikan apakah prosedur pengamanan yang dilakukan sudah sesuai aturan atau melanggar batas.
Artikel Terkait
Menu Impor Makan Bergizi Gratis Bebani Rupiah, Pemimpin Badan Gizi Nasional Didesak Pakai Bahan Pangan Lokal
Warga Teriak Air SPAM Petasia Morowali Utara Keruh Lagi, Puluhan Ribu Orang Diduga Konsumsi Lumpur Tambang
Nasabah BNI Parigi Jangan Panik, Lakukan 4 Langkah Darurat Ini Jika Saldo Rekening Berkurang Tiba-tiba
Nelayan Morowali Menjerit Jatah Solar Subsidi di SPBU Emea Dipangkas, Ini Modusnya
Liburan Unik di Puncak Raja Bunga Majene Menikmati Panen Jagung di Atas Bukit