Sulawesitoday - Kepanikan warga net memuncak di media sosial setelah rentetan gempa bumi melanda Sulawesi Tengah. Ruang digital dipenuhi kekhawatiran mengenai kemunculan titik merah yang diduga sebagai tanda bahaya retakan tanah ke area pesisir pantai.
Masyarakat menuntut kepastian lokasi pengungsian aman dari pemerintah demi menghindari korban jiwa.
"Jangan cuma peringatan BMKG tapi tidak ada kejelasannya untuk menanganinya," tulis akun Mansyurindri dalam sebuah unggahan tanggapan kebencanaan.
Warga lokal mendesak otoritas resmi segera mengeluarkan peringatan dini evakuasi secara berkala. Hal ini dipicu oleh kemunculan lindu susulan yang terasa makin sering terjadi dan membangkitkan memori kelam tsunami delapan tahun silam.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu Hari Ini, Ada Sembilan Kali Susulan
Pemerintah diminta bergerak cepat menyiapkan fasilitas tenda darurat logistik sebelum bencana besar terulang. Warga enggan penanganan medis dan evakuasi baru berjalan setelah timbul kerusakan parah serta jatuhnya korban jiwa di pemukiman.
Otoritas terkait langsung merespons kegelisahan publik dengan memperkuat koordinasi penanggulangan bencana.
"BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang," kata Abdul Muhari.
Dampak guncangan bermagnitudo enam koma tujuh ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia. Data terkini mencatat tiga belas korban mengalami luka berat sementara dua puluh lima orang lainnya mengalami luka ringan.
Artikel Terkait
Yon TP 918 Siapkan Seribu Prajurit untuk Bangun Parigi Moutong
DPRD Parimo: Berobat Gratis KTP Harus Bermutu! Ini Hak Pasien Jika Pelayanan Rumah Sakit Mengecewakan
Awalnya Menjadi Sorotan DPRD Parigi Moutong, Begini Strategi Daerah Lain Jaga Mutu Layanan Saat Pasien Gratis Membludak
Dilema BLUD RSUD, Mengapa Rumah Sakit Tak Boleh Hanya Kejar Target PAD Setelah Sebelumnya Disorot DPRD Parigi Moutong?
Disorot DPRD Parigi Moutong Rumah Sakit Jadi Mesin PAD, Berapa Biaya yang Hemat Jika Kita Mencegah Penyakit?