• Jumat, 26 Juni 2026

Korban Kebakaran Galung Tengah Majene Terima Bantuan Dana Darurat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45 WIB
Pemkab Majene dan BAZNAS salurkan bantuan dana darurat kepada 4 KK korban kebakaran di Galung Tengah, Kelurahan Galung, Banggae pada 26 Juni 2026.
Pemkab Majene dan BAZNAS salurkan bantuan dana darurat kepada 4 KK korban kebakaran di Galung Tengah, Kelurahan Galung, Banggae pada 26 Juni 2026.

Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Majene bersama BAZNAS menyalurkan bantuan dana darurat kepada empat kepala keluarga korban kebakaran di Lingkungan Galung Tengah, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Penyerahan bantuan finansial tersebut dilakukan secara langsung melalui kunjungan kerja lapangan pada Jumat, 26 Juni 2026. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak berjalan cepat dan tepat sasaran.

Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran di Banggae

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Lingkungan Galung Tengah memicu respons cepat dari otoritas daerah. Pemerintah setempat berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majene untuk mengintegrasikan alokasi anggaran darurat.

Kehadiran jajaran pemerintahan di lokasi bencana bertujuan untuk memulihkan kondisi psikologis korban sekaligus memberikan dukungan logistik serta finansial yang bersifat mendesak.

Daftar Penerima dan Bentuk Dukungan

Bantuan yang disalurkan berfokus pada pemulihan ekonomi awal pascabencana. Berikut adalah detail penyaluran bantuan di lapangan:

  • Target Sasaran: Empat Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal.
  • Jenis Bantuan: Dana tunai darurat untuk stimulan perbaikan hunian dan kebutuhan pokok.
  • Mekanisme Penyaluran: Diserahkan secara simbolis dan terkoordinasi langsung kepada perwakilan korban di lokasi eks-kebakaran.

Respons Kebijakan Pemkab Majene dan BAZNAS

Ketua BAZNAS Majene, K.H. Abd. Majid Djalaluddin, Lc., M.H., menegaskan bahwa perlindungan sosial bagi warga terdampak bencana merupakan prioritas tertinggi dalam kebijakan daerah saat ini. Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat dirancang untuk memotong birokrasi penyaluran bantuan darurat.

"Alhamdulillah, bantuan ini kami salurkan secara terkoordinasi. Ini merupakan kebijakan daerah. Meskipun mungkin jumlahnya belum sepenuhnya memenuhi harapan, mohon jangan dilihat dari besarnya nilai, melainkan dari rasa kepedulian yang tulus ini," ujar K.H. Abd. Majid Djalaluddin di hadapan warga terdampak.

Ia juga mengajak masyarakat untuk gotong royong dan mendukung program pemulihan infrastruktur pemukiman yang sedang direncanakan oleh pemerintah daerah.

Komitmen Keberlanjutan dari Otoritas Daerah

Senada dengan hal tersebut, Hj. Andi Rita Mariani dalam sambutannya menekankan pentingnya aspek keberkahan dan kemanfaatan instan dari bantuan yang diterima warga.

"Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi lihatlah keberkahan yang terkandung di dalamnya. Ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah dan BAZNAS untuk meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah," tegas Hj. Andi Rita Mariani.

Kunjungan kerja dan penyaluran bantuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci daerah guna memastikan validasi data penanganan pascabencana, antara lain:

  • Wakil Bupati Majene
  • Ketua BAZNAS Kabupaten Majene
  • Lurah Galung
  • Kepala Lingkungan Galung Tengah
  • Tokoh masyarakat setempat

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi sosial dan ekonomi para korban hingga situasi kehidupan mereka kembali pulih sepenuhnya.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini