Puluhan personel TAGANA berpacu dengan waktu membersihkan endapan lumpur pekat. Aksi gotong royong memulihkan rumah warga terdampak banjir bandang Desa Avolua terus dipacu.
"Pembersihan difokuskan pada pemukiman warga yang tertimbun lumpur tebal pada," kata Koordinator TAGANA Parigi Moutong, Irwan Basri, pada Rabu Rabu, 26 Agustus 2026.
Empat puluh anggota diterjunkan penuh. Petugas bersama TNI dan Polri bahu membahu mengeruk endapan lumpur.
Sepuluh unit rumah warga telah bersih. Petugas berupaya mengelupas material sisa banjir dari dalam bangunan.
Kondisi dalam rumah tergolong parah. Endapan lumpur tebal bercampur sampah kayu memenuhi ruang tamu warga.
Baca Juga: Avolua Parigi Moutong Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah Rusak dan Jalur Utama Macet
"Kami menargetkan seluruh rumah terdampak selesai dibersihkan dalam dua hari," kata Koordinator TAGANA Parigi Moutong, Irwan Basri.
Peralatan pembersih terus disiagakan petugas. Tim penanggulangan memprioritaskan hunian warga lansia dan anak kecil.
Ancaman penyakit kulit menjadi perhatian. Residu air banjir bercampur kotoran dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Pembersihan sarana umum ikut berjalan. Petugas menyemprotkan air bersih guna membuang endapan lumpur licin.
"Masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk proses pembersihan," kata Koordinator TAGANA Parigi Moutong, Irwan Basri pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kebutuhan peralatan tambahan masih tinggi. Penyedot lumpur amat dibutuhkan guna mempercepat proses evakuasi material.
Kerja bakti bersama warga terus berlangsung. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci percepatan pemulihan Desa Avolua.
Artikel Terkait
Nasib 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Menggantung Tanpa SK Kerja
Kecewa Rombongan Pejabat Batal Datang, Warga Lamba Leda Amuk Posko
Viral Antrean Jeriken SPBU Lambunu, Warga Tuntut Kejelasan Prioritas BBM
Prabowo Dorong Ubi Bombing Buatan Babinsa Padamkan Karhutla
Avolua Parigi Moutong Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah Rusak dan Jalur Utama Macet