• Kamis, 4 Juni 2026

Laboratorium bawah tanah terdalam di dunia mulai beroperasi di China

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 30 Desember 2023 | 14:32 WIB
Materi gelap. Foto: tangkap layar NASA
Materi gelap. Foto: tangkap layar NASA

Sulawesitoday - Pada hari Kamis, 7 Desember 2023, laboratorium fisika bawah tanah terdalam dan terbesar di dunia resmi beroperasi di Provinsi Sichuan, China barat daya.

Laboratorium yang diberi nama The Deep Underground and Ultra-low Radiation Background Facility for Frontier Physics Experiments (DUDF) ini terletak di bawah Gunung Jinping di Prefektur Otonomi Liangshan Yi, Sichuan.

DUDF, dengan kedalaman mencapai 2.400 meter, menandai langkah signifikan dalam penelitian ilmiah bawah tanah. Laboratorium ini diyakini dapat memberikan ruang steril yang diperlukan untuk mengejar zat tak kasat mata yang dikenal sebagai materi gelap.

Para ilmuwan mengklaim bahwa kedalaman ekstrem ini membantu menghalangi sebagian besar sinar kosmik yang dapat mengganggu pengamatan.

Dengan total kapasitas ruangan mencapai 330.000 meter kubik, DUDF merupakan tahap kedua dari Laboratorium Bawah Tanah China Jinping. Dibangun sejak Desember 2020, laboratorium ini adalah hasil kerja sama antara Universitas Tsinghua dan Yalong River Hydropower Development Company, Ltd.

Yue Qian, seorang profesor di Universitas Tsinghua, menyatakan, "Semua dibangun untuk memfasilitasi pengembangan penelitian China di bidang terdepan yang relevan," dilansir dari Xinhua.

DUDF diharapkan menjadi pusat penelitian ilmiah bawah tanah interdisipliner kelas dunia. Peneliti di sini akan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, termasuk fisika partikel, astrofisika nuklir, dan ilmu kehidupan.

Keberadaan laboratorium ini mencerminkan komitmen China untuk memajukan penelitian ilmiah di berbagai bidang, menciptakan platform untuk inovasi lintas disiplin.

Diharapkan bahwa DUDF akan memberikan kontribusi besar dalam pemahaman kita terhadap fenomena alam yang belum terpecahkan dan memajukan pengetahuan umum dalam ranah sains.

Keberhasilan laboratorium ini menandai pencapaian signifikan dalam eksplorasi dunia sub-atom dan semakin memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam penelitian ilmiah global.

Baca juga: Siput bertahan hidup sejak zaman dinosaurus, temuan fosil ungkap keajaiban evolusi

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini