• Selasa, 21 Juli 2026

Ketua Fraksi Gerindra Parigi Moutong: Kontrak Lahan Durian Montong di Desa Belang Belang Berpotensi Merugikan Warga

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Selasa, 14 Mei 2024 | 01:04 WIB
Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Arifin Dg Palallo, saat rapat di DPRD, Senin 13 Mei 2024. (Aswadin)
Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Arifin Dg Palallo, saat rapat di DPRD, Senin 13 Mei 2024. (Aswadin)

Ketua Fraksi Gerindra Parigi Moutong: Kontrak Lahan Durian Montong di Desa Belang Belang Berpotensi Merugikan Warga

Kerjasama Kontrak Lahan Durian Montong di Desa Belang Belang Menimbulkan Kekhawatiran

Sulawesitoday - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Arifin Dg Palallo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi kontrak lahan durian montong di Desa Belang Belang.

Dalam rapat paripurna DPRD, Senin 13 Mei 2024, Arifin menyoroti permasalahan yang muncul seiring dengan kontrak lahan tersebut.

Menurut Arifin, lahan yang dulunya hanya dikontrak kini telah beralih status menjadi jual beli.

"Perusahaan ini masuk pada jaman pemerintahan Samsurizal dan menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat," ungkapnya dengan serius.

Situasi ini memunculkan keprihatinan akan potensi kerugian yang dapat dialami masyarakat setempat.

Arifin menggarisbawahi bahwa penjualan lahan tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan bagi keberlangsungan hidup dan mata pencaharian masyarakat Desa Belang Belang.

Menanggapi hal ini, Pj Bupati mengingatkan pentingnya menjalin kerjasama yang baik antara masyarakat pemilik lahan dengan pihak perusahaan.

"Kerjasama ini cukup disaksikan oleh camat, aparat desa dan lainnya," ujarnya.

Diharapkan kerjasama yang transparan dan berpihak pada kepentingan bersama dapat menjadi solusi dalam menghadapi permasalahan ini.

Dengan demikian, perhatian terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat Desa Belang Belang menjadi sorotan utama dalam menyikapi dinamika kontrak lahan durian montong yang tengah berkembang di wilayah tersebut.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini