• Rabu, 22 Juli 2026

Kekeringan Ancam Sebagian Wilayah Indonesia, BMKG Rekomendasikan Modifikasi Cuaca dan Pemanenan Air Hujan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Selasa, 28 Mei 2024 | 13:50 WIB
Foto: Illustrasi ancaman kemarau untuk beberapa wilayah di Indonesia. (Amirullah/tangkap layar Freepik.com)
Foto: Illustrasi ancaman kemarau untuk beberapa wilayah di Indonesia. (Amirullah/tangkap layar Freepik.com)

Kekeringan Ancam Sebagian Wilayah Indonesia, BMKG Rekomendasikan Modifikasi Cuaca dan Pemanenan Air Hujan


Sulawesitoday - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kekeringan meteorologis di sebagian wilayah Indonesia, meskipun beberapa daerah masih mengalami hujan yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi basah. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin 27 Mei 2024.


"Sebagian wilayah Indonesia sebanyak 19% dari Zona Musim sudah masuk Musim Kemarau dan diprediksi sebagian besar wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara segera menyusul memasuki musim kemarau dalam 3 dasarian (30 hari) ke depan," papar Dwikorita.


Kondisi kekeringan ini diprediksi akan mendominasi wilayah Indonesia sampai akhir bulan September. Daerah dengan potensi curah hujan bulanan sangat rendah (kurang dari 50mm per bulan) perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mitigasi dan antisipasi dampak kekeringan.


"Daerah tersebut meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Bali dan Nusa Tenggara, sebagian Pulau Sulawesi, dan sebagian Maluku dan Papua," jelas Dwikorita.



Modifikasi Cuaca dan Pemanenan Air Hujan Direkomendasikan


BMKG merekomendasikan beberapa langkah mitigasi dan antisipasi, termasuk penerapan teknologi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk di daerah kering dan membasahi lahan gambut.


"Upaya modifikasi cuaca dapat terlaksana efektif dan efisien jika Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pertanian memastikan koneksitas jaringan irigasi dari waduk ke kawasan terdampak kekeringan memadai," ujar Dwikorita.


Pemerintah daerah diimbau untuk mengoptimalkan upaya memanen air hujan melalui tandon/tampungan air, embung, kolam retensi, sumur resapan, dan lainnya.


"Pola dan waktu tanam untuk iklim kering pada wilayah terdampak dapat disesuaikan. BMKG akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian dan Gubernur Provinsi terdampak," imbuhnya.


Dwikorita berharap informasi peringatan dini kesiap-siagaan musim kemarau ini dapat dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meminimalisir risiko dan dampak kekeringan.



Informasi Lebih Lanjut


Laporan lengkap terkait kondisi iklim dan kesiap-siagaan kekeringan 2024 dapat diakses di situs web resmi BMKG: https://www.bmkg.go.id/.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini