• Kamis, 4 Juni 2026

Kabupaten Sarmi Dilanda Banjir, Jembatan Putus dan Ribuan Warga Terisolasi

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 26 Juli 2024 | 10:43 WIB
Foto: Banjir besar di Kabupaten Sarmi akibat curah hujan tinggi pada tanggal 19-20 Juli 2024 menyebabkan jembatan putus dan ribuan warga terisolasi. BPBD dan BPDAS Memberamo bekerja sama dalam upaya mitigasi dan evakuasi warga terdampak.
Foto: Banjir besar di Kabupaten Sarmi akibat curah hujan tinggi pada tanggal 19-20 Juli 2024 menyebabkan jembatan putus dan ribuan warga terisolasi. BPBD dan BPDAS Memberamo bekerja sama dalam upaya mitigasi dan evakuasi warga terdampak.

[wpseo_breadcrumb]

Kabupaten Sarmi Dilanda Banjir, Jembatan Putus dan Ribuan Warga Terisolasi


Banjir Besar Akibat Curah Hujan Tinggi Merendam Beberapa Wilayah


Kabupaten Sarmi Dilanda BanjirCurah hujan tinggi pada tanggal 19-20 Juli 2024 menyebabkan banjir besar yang merendam beberapa wilayah di Kabupaten Sarmi, Papua, mengakibatkan putusnya jembatan dan ribuan warga terisolasi.

Curah Hujan Tinggi dan Dampaknya


Berdasarkan perhitungan BMKG Papua serta pantauan Satelit JAXA Global Rain Fall, curah hujan pada tanggal 19-20 Juli 2024 mencapai 220,0 milimeter.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Memberamo, Irwan Valentinus Sihotang, menyatakan bahwa curah hujan ini melebihi daya tampung Sub DAS Memberamo, termasuk Sungai Tor Atas, Sungai Waskey, Sungai Waim, dan Sungai Oray.

Akibatnya, air meluap ke daerah sekitar yang merupakan dataran rendah dan mencapai pemukiman warga.

“Banjir terjadi ketika debit air yang masuk ke suatu wilayah melebihi kapasitas tampung sistem drainase dan daerah resapan air,” ujar Irwan pada 21 Juli 2024.

Penanganan dan Tanggapan Instansi Terkait


Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas Pengelolaan DAS di Papua, BPDAS Memberamo memiliki peran penting dalam upaya penanganan banjir.

Tim mitigasi terpadu telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan analisis banjir di lapangan guna mendukung sinergisitas serta kolaborasi dengan pihak BPBD Kabupaten Sarmi.

“Tim mitigasi BPDAS Memberamo di Sarmi akan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sarmi guna mengumpulkan data dan informasi akurat di lapangan,” kata Ronald Luhulima, Kepala Seksi Program dan Evaluasi BPDAS Memberamo.

Dampak dan Upaya Evakuasi


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarmi, Darius Nari, menjelaskan bahwa wilayah yang paling parah terdampak banjir meliputi Distrik Sarmi, Distrik Sarmi Timur, Distrik Sarmi Selatan, Distrik Pantai Barat, dan Distrik Tor Atas.

Banjir juga merusak jembatan di Kampung Waim, Distrik Pantai Barat, dan Jembatan Tinggwam, Distrik Sarmi Timur.

Tim TRC PB BPBD Sarmi mencatat sekitar 560 kepala keluarga terdampak dan menghanyutkan empat buah jembatan di Waskey, Waim, Tinggwam, dan Webro.

BPBD Kabupaten Sarmi telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan melakukan evakuasi warga terdampak serta membangun tiga buah posko.

“Kami melakukan koordinasi lintas sektor untuk pembangunan jembatan sementara di Waskey dan evakuasi warga ke daerah aman,” tambah Darius.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini