• Kamis, 4 Juni 2026

Viral Turis China Emoh Simpan Tas Louis Vuitton, Penolakan Penumpang Picu Penundaan Penerbangan di Chongqing

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 18 Agustus 2024 | 17:44 WIB
Turis China menolak menyimpan tas Louis Vuitton di bawah kursi, menyebabkan penundaan penerbangan satu jam di Chongqing pada 10 Agustus 2024./Tangkap layar Facebook. (Nur Rafiqa)
Turis China menolak menyimpan tas Louis Vuitton di bawah kursi, menyebabkan penundaan penerbangan satu jam di Chongqing pada 10 Agustus 2024./Tangkap layar Facebook. (Nur Rafiqa)

Seorang turis wanita WN China menimbulkan tertundanya penerbangan selama satu jam setelah menolak menyimpan tas tangan bermerek Louis Vuitton di bawah kursi di depannya.

Insiden ini terjadi pada tanggal 10 Agustus 2024, dalam penerbangan yang dioperasikan oleh China Express Airlines dari Bandara Chongqing menuju Provinsi Hebei.

Video kejadian tersebut menjadi viral setelah diunggah ke media sosial Douyin, memicu diskusi hangat di kalangan netizen China.

Penumpang yang duduk di kelas ekonomi tersebut disediakan untuk meletakkan tas mahalnya di sekitarnya, bukan di tempat yang disediakan.

Aksi Turis China ini memaksa pihak maskapai untuk menghentikan penerbangan yang sudah lepas landas dan kembali ke pintu keberangkatan.

Penumpang lain di pesawat menyaksikan kejadian tersebut dan beberapa dari mereka mengabadikannya melalui ponsel.

Setelah penerbangan kembali ke pintu keberangkatan, polisi bandara mengawal wanita tersebut keluar dari pesawat. Para penumpang lain pun bertepuk tangan saat wanita tersebut diturunkan dari pesawat.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), tas tangan Louis Vuitton yang dipermasalahkan diperkirakan memiliki harga sekitar USD 3.000 atau setara dengan Rp 47 juta di China.

Sementara itu, harga tiket kelas ekonomi penerbangan tersebut adalah sekitar 800 yuan atau Rp 1,7 juta.

Kejadian ini telah memicu memanasnya media sosial Tiongkok. Beberapa pengguna media sosial mengecam tindakan wanita tersebut yang dinilai berlebihan.

“Dia lebih menghargai tas daripada nyawanya,” kata seorang pengguna Weibo, Merujuk pada risiko keamanan penerbangan.

Hingga saat ini, pihak maskapai belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut maupun mengungkapkan hasil pembicaraan dengan penumpang yang bersangkutan.

Identitas wanita tersebut juga tidak diungkapkan kepada publik.

Insiden ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana keamanan penerbangan dan kenyamanan penumpang harus dijaga tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini