Sulawesitoday - Sebuah video yang viral memperlihatkan seorang anak memarahi ibunya karena selalu memasak sayur setiap hari viral di media sosial TikTok, memicu berbagai reaksi.
Video Viral di Medsos dari akun TikTok @dewilestari191165906795 pada tanggal yang belum diketahui, namun telah menuai kecaman dari netizen.
Kemarahan anak dalam video dipicu oleh kebiasaan sang ibu yang selalu menyajikan sayur sebagai menu harian, meskipun anak tersebut diklaim tidak memberikan uang untuk kebutuhan dapur.
Pengunggah video menjelaskan bahwa anak itu kerap membuang makanan yang disiapkan ibunya, menambah ketidakpuasan banyak netizen.
"Anak kurang ajar kamu ini. Biar kamu tau, pas saya umroh langsung dibalas karena pernah buang masakan istri," ujar seorang netizen dalam komentarnya.
Netizen lain mengungkapkan perasaan rindu terhadap masakan ibu mereka yang sudah tiada, sambil menyayangkan tindakan anak dalam video tersebut.
"Jangan buang masakan ibu. Kami di perantauan rindu masakan ibu," tulis salah satu komentar netizen yang menjadi viral.
Peristiwa dalam video tersebut tidak disebutkan terjadi di mana, namun rekaman tersebut telah dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial.
Beberapa pengguna media sosial menekankan pentingnya bersyukur dan menghargai segala bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua, terutama seorang ibu.
"Padahal apa yang ibu masak adalah masakan paling enak di dunia. Jadi rindu masakan ibu yang sudah di surga," ungkap salah satu netizen lainnya.
Fenomena ini semakin mempertegas kesenjangan nilai antara generasi muda dan orang tua dalam hal menghargai upaya orang tua, terutama dalam menyediakan makanan.
Beberapa komentar menyinggung bahwa tindakan anak dalam video tersebut adalah bukti nyata dari kurangnya rasa terima kasih dan penghargaan terhadap orang tua.
Video viral ini juga memancing perdebatan mengenai etika dalam keluarga dan bagaimana anak-anak zaman sekarang berinteraksi dengan orang tua mereka.
Artikel Terkait
Vonis Hukuman Mati Dijatuhkan untuk Panca Darmansyah, Ayah Pembunuh 4 Anak di Jagakarsa, Jakarta Selatan: Pembunuhan Berencana dan KDRT