• Kamis, 4 Juni 2026

Aliansi Advokasi Demokrasi Mengecam Pernyataan Merendahkan Pemilih Kotak Kosong, Dinilai Cemari Demokrasi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:25 WIB
Aliansi Advokasi Demokrasi kecam pernyataan hina kotak kosong di Pilkada Maros, tuntut klarifikasi dari DPRD Maros. #Demokrasi #AliansiAdvokasi #DPRDMaros #KolomKosong (Dwi Rahayu Putri)
Aliansi Advokasi Demokrasi kecam pernyataan hina kotak kosong di Pilkada Maros, tuntut klarifikasi dari DPRD Maros. #Demokrasi #AliansiAdvokasi #DPRDMaros #KolomKosong (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Ratusan massa dari Aliansi Advokasi Demokrasi Indonesia (AKSI) menggeruduk kantor DPRD Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (31/10/2024), menuntut klarifikasi atas pernyataan yang dianggap merendahkan pendukung kotak kosong dalam Pilkada Maros 2024.

Demonstrasi ini dipicu oleh pernyataan kontroversial yang dilontarkan anggota DPRD Maros, Marjan Massere, yang diduga menyebut pendukung kotak kosong sebagai “manusia berwujud setan.” Video yang merekam pernyataan itu viral di media sosial, mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Baca Juga: Mediasi Berakhir Tragis, Guru Honorer MTs Buol Jadi Korban Kekerasan di Depan Murid

Ketua AKSI Maros, Yusmiati, dalam orasinya menyampaikan bahwa pernyataan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap hak konstitusional masyarakat.

“Anggota dewan ini secara nyata menghina hak konstitusi masyarakat, kotak kosong juga pilihan demokrasi yang mestinya dihormati,” ucap Yusmiati lantang dari atas mobil pikap yang digunakan sebagai panggung orasi.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran di Polda Gorontalo: 26 Tahanan Dievakuasi, Lantai 3 Terbakar

Baginya, pilihan kotak kosong adalah simbol dari kebebasan berdemokrasi dan tidak boleh dianggap rendah. Menurut Yusmiati, sebagai wakil rakyat, Marjan seharusnya memberikan contoh yang baik dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya.

Aksi unjuk rasa ini tak berhenti di orasi semata. Massa membawa spanduk besar bertuliskan kecaman terhadap pernyataan Marjan, memadati halaman depan kantor DPRD. Mereka bahkan sempat mendesak untuk masuk ke ruang paripurna setelah mengetahui bahwa Marjan tidak berada di tempat.

Baca Juga: Kisah Duka Insiden Jembatan Ambruk di Maluku Tengah, Korban Tewas Kini 8 Orang

"Harusnya dia memberi contoh berdemokrasi yang baik kepada rakyat, bukan malah seperti ini," tambah Yusmiati yang juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaporkan Marjan ke Bawaslu dan berencana melanjutkan laporan ke polisi.

Pihak DPRD Maros, yang diwakili Kasubag Humas, Bayu Pramana Putra, menanggapi aksi tersebut dengan menyampaikan bahwa Marjan memang sedang berada di luar kota untuk menjalankan agenda resmi.

Baca Juga: Cerita Warga Saksikan Pemuda Pencari Ikan di Pasangkayu Diseret Buaya Sebelum Akhirnya Meregang Nyawa dengan Tragis

“Siang ini anggota DPRD dijadwalkan turun ke dapil,” terang Bayu kepada massa, seraya berjanji bahwa salah satu anggota dewan, Hj. Rosdiana, akan segera menemui mereka untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Sebelumnya, laporan kepada Bawaslu Maros telah diajukan oleh relawan kolom kosong, Amir Kadir, pada Rabu (30/10), terkait dengan sikap Marjan saat mengisi materi dalam bimbingan teknis partai. Amir menyatakan bahwa pernyataan yang menghina pendukung kotak kosong ini sama sekali tidak mencerminkan pendidikan politik yang baik.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini