• Kamis, 4 Juni 2026

Komdigi Blokir Ratusan Rekening Judi Online, BCA Jadi Sasaran Utama

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 22 November 2024 | 12:02 WIB
Komdigi blokir 651 rekening bank terkait judi online, 80% dari BCA. Langkah ini bagian strategi memutus aliran dana ilegal.  (Nur Rafiqa)
Komdigi blokir 651 rekening bank terkait judi online, 80% dari BCA. Langkah ini bagian strategi memutus aliran dana ilegal. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Dalam upaya terbaru untuk menekan aktivitas judi online, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama lembaga pemerintah lainnya telah menindak tegas jaringan keuangan yang diduga terlibat.

Pada konferensi pers di Jakarta, Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa dari Agustus 2023 hingga November 2024, sudah ada 651 permohonan pemblokiran rekening bank yang diduga terkait dengan aktivitas judi online.

Baca Juga: Unggul 35,5 Persen! Nizar-Ardi Diprediksi Kuasai Parigi Moutong: Figur Kharismatik Jadi Magnet

Angka tersebut menyoroti seberapa dalam dan luas jaringan keuangan yang digunakan oleh operator judi ilegal. Dari jumlah rekening yang diajukan untuk diblokir, lebih dari 80%—atau 517 rekening—terkait dengan Bank Central Asia (BCA).

"Ini menunjukkan bahwa BCA memang menjadi salah satu pusat aktivitas aliran dana dalam praktik judi online," kata Meutya Hafid.

Baca Juga: Pria Ini Janji Ngesot Sampai Madura Jika Timnas Indonesia Menang Lawan Arab Saudi, Netizen Tunggu Aksinya

Pemblokiran ini bukan hanya sekadar tindakan pencegahan, melainkan langkah nyata untuk menghentikan aliran dana yang memungkinkan situs-situs judi online terus beroperasi. Dalam pernyataannya, Meutya menggarisbawahi pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah dan lembaga perbankan untuk menghentikan praktik ini.

"Kerja sama yang kuat dengan perbankan akan sangat dibutuhkan," ujarnya tegas.

Baca Juga: KPK Tanpa OTT, Usulan Johanis Tanak Diterima dengan Sorak Komisi III DPR

Peran Perbankan Dalam Memerangi Judi Online

Meutya Hafid menegaskan bahwa rekening bank merupakan "nadi" dari operasi judi online. Tanpa akses ke rekening bank untuk menampung dan mengalirkan dana, bisnis ini akan sulit bertahan. Inilah yang membuat pemblokiran rekening menjadi langkah strategis yang esensial.

"Nadi dari judi online ini justru di rekening atau aliran dana," jelas Meutya dalam konferensi pers tersebut.

Baca Juga: KPK Tanpa OTT, Usulan Johanis Tanak Diterima dengan Sorak Komisi III DPR

Ini berarti bahwa fokus penindakan tidak hanya lagi pada pemblokiran situs web, yang selama ini sering menjadi perhatian utama pemerintah. Namun, upaya sekarang lebih menyasar ke sistem finansial yang mendukung operasi ilegal tersebut.

Melalui pendekatan ini, pemerintah berusaha untuk mempersempit ruang gerak para pelaku judi online, memutus akses mereka ke perbankan, dan pada akhirnya menghancurkan jantung ekonomi mereka.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini