• Kamis, 4 Juni 2026

Keracunan Alkohol Massal di Laos, Negara Barat Berlakukan Peringatan Keras untuk Turis

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 12:47 WIB
Keracunan alkohol di Laos menelan lima nyawa. Negara-negara Barat keluarkan travel warning untuk keselamatan warganya. (Nur Rafiqa)
Keracunan alkohol di Laos menelan lima nyawa. Negara-negara Barat keluarkan travel warning untuk keselamatan warganya. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Kematian lima turis di Laos baru-baru ini telah memicu kekhawatiran global. Lima dari enam pelancong yang berada di Vang Vieng, sebuah destinasi populer di Laos, tewas akibat keracunan metanol yang terkandung dalam minuman beralkohol yang mereka konsumsi. Kasus ini menjadi sorotan dunia, karena korban tewas berasal dari beberapa negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, Denmark, dan Inggris.

Insiden ini menyebabkan beberapa negara segera mengeluarkan travel warning bagi warganya yang berencana berlibur ke kawasan Asia Tenggara, khususnya Laos.

Baca Juga: Drama Bali Nine Berlanjut, Indonesia Sepakat Pulangkan Lima Terpidana Narkoba ke Australia

Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan kita pada risiko yang dihadapi para wisatawan yang mengunjungi kawasan yang terkenal dengan pesta liar dan minuman murah. Vang Vieng, misalnya, telah lama dikenal sebagai surga bagi para backpacker yang ingin merasakan sensasi pesta bebas.

Meskipun pada 2012, pihak berwenang Laos berusaha mengubah citra Vang Vieng menjadi destinasi wisata ekologi, kenyataannya tempat ini masih kerap dihubungkan dengan alkohol murah dan pesta malam yang berbahaya.

Baca Juga: Bengkulu Geger! KPK Tangkap Tangan, Pejabat Terkait Pendanaan Pilkada Diselidiki

Tak hanya satu negara yang bertindak. Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, dan Inggris sama-sama mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya agar berhati-hati saat berada di Laos.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan New Zealand, misalnya, menegaskan agar para turis ekstra waspada terhadap minuman beralkohol, terutama koktail atau minuman yang dibuat dengan minuman keras yang bisa saja mengandung zat berbahaya. Pernyataan ini dikeluarkan setelah seorang turis asal New Zealand melaporkan bahwa ia mengalami gejala keracunan di tengah liburannya di Laos.

Baca Juga: Burung Pantai Terakhir Hilang, Ilmuwan Konfirmasi Kepunahan Slender-Billed Curlew

Seorang juru bicara dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Laos menambahkan, "Kami mengetahui sejumlah kasus dugaan keracunan metanol di Vang Vieng, mungkin melalui konsumsi minuman beralkohol yang dicampur metanol."

Kedutaan tersebut mendesak agar wisatawan membeli minuman dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti toko minuman berlisensi, bar, atau hotel resmi. Turis juga disarankan untuk selalu memeriksa botol minuman yang dibeli, mengamati kemungkinan tanda-tanda pemalsuan seperti label cetak yang buruk atau adanya kesalahan ejaan.

Baca Juga: Misteri Hilangnya 3 Pendaki di Gunung Balease Lutra, Masuki Hari Kelima Tim SAR Terus Dikerahkan

Dalam beberapa hari terakhir, kasus ini semakin menghebohkan setelah seorang turis Inggris menjadi korban kelima yang tewas akibat keracunan. Sebelumnya, dua turis Australia dilaporkan menjadi korban; satu meninggal, sementara yang lain masih dalam perawatan intensif.

Begitu pula dengan dua turis Denmark yang tidak dapat diselamatkan, serta seorang turis Amerika yang juga meninggal dunia. Insiden ini mengungkap betapa berbahayanya minuman beralkohol yang tidak terkontrol di beberapa tempat wisata yang dikenal bebas.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini